Foto: AP
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Pertandingan El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid di final Supercopa de España pada 11 Januari 2026 berlangsung penuh ketegangan, dengan Barcelona berhasil menang tipis 3-2 berkat gol-gol krusial di menit-menit akhir babak pertama. Laga ini menyajikan duel sengit antara dua raksasa La Liga, di mana kedua tim saling tukar serangan hebat sepanjang 90 menit. Kemenangan ini memperkuat posisi Barcelona di kompetisi domestik musim ini.
Babak pertama berakhir hectic dengan tiga gol waktu tambahan sebelum turun minum, dua di antaranya dicetak Real Madrid dan satu oleh Barcelona, menciptakan situasi kacau di lini belakang kedua kubu. Sementara itu, The Athletic menyebutkan bahwa dua dari tiga menit tambahan sudah berlalu ketika Barcelona memulai ulang permainan, dan Real Madrid langsung kehilangan fokus.
Real Madrid sempat unggul lebih dulu melalui serangan balik cepat Kylian Mbappé, yang memanfaatkan celah di lini belakang Barcelona yang bermain tinggi. Namun, Barcelona membalas cepat lewat sundulan Raphinha dan penyelesaian dingin dari Alejandro Balde, menunjukkan dominasi penguasaan bola mereka dengan 66 persen. Lewandowski kemudian menambah gol penalti setelah pelanggaran Camavinga atas Gavi, membuat xG Barcelona mencapai 2.26 berbanding 0.98 milik Madrid.
Di babak kedua, situasi semakin panas ketika kiper Barcelona Szczęsny dikartu merah karena pelanggaran atas Mbappé usai ulasan VAR, meninggalkan timnya berjumlah 10 orang. Meski begitu, Barcelona tetap disiplin secara taktis dengan formasi 4-4-1, membuat Real Madrid kesulitan menembus pertahanan. Courtois berjuang heroik dengan sejumlah penyelamatan krusial, tapi lini belakang Madrid yang dipimpin Vazquez dan Tchouaméni terlihat rapuh.
Lewandowski kembali mencetak gol di menit ke-49, memanfaatkan ruang saat dropping ke lini tengah dan menarik Rüdiger keluar posisi. Real Madrid menyamakan kedudukan di menit ke-51, tapi Barcelona mampu bertahan dan memanfaatkan transisi cepat Raphinha serta Balde. Kemenangan ini jadi bukti fleksibilitas taktik Hansi Flick, yang fokus menekan lebar dan panjang untuk memblok progresi sentral Madrid.
Raphinha menjadi bintang laga dengan performa luar biasa, memenangkan pertarungan di sayap kanan melawan pertahanan Madrid. Sementara Mbappé dan Bellingham berusaha keras dari kubu Los Blancos, tapi tekanan agresif Barcelona terlalu kuat. Laga ini juga menonjolkan perubahan struktur Xabi Alonso di Madrid, meski belum cukup untuk meraih trofi.
Kemenangan Barcelona ini tak hanya menambah koleksi gelar Supercopa, tapi juga mengirim pesan kuat di La Liga dan Liga Champions mendatang. Real Madrid kini harus introspeksi lini belakangnya, sementara Blaugrana semakin percaya diri dengan skuad dinamisnya. El Clasico kali ini jadi pengingat bahwa rivalitas ini selalu penuh kejutan dan drama tak terduga.
