PONTIANAK INFORMASI – Delapan jenazah korban helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah tiba di RS Bhayangkara Pontianak, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban yang telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah kemudian dibawa dari Kabupaten Sekadau menuju Bandara Supadio, Pontianak, menggunakan helikopter Caracal.
Diketahui, helikopter yang membawa dua kru dan enam penumpang tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Kamis (16/4/2026).
Saat ini, seluruh jenazah telah berada di dalam kamar kenazah dan masih menjalani proses identifikasi oleh tim forensik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan unsur terkait lainnya.
Ia mengatakan, tim menerima informasi kejadian pada pukul 19.10 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi. Korban berhasil ditemukan dalam rentang waktu pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dan kemudian dievakuasi ke posko.
“Seluruh korban telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dipindahkan ke posko sekitar pukul 05.00 WIB. Medan yang cukup ekstrem dengan kemiringan mencapai 45 derajat menjadi tantangan dalam proses evakuasi,” ujarnya.
Setelah tiba di posko, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans. Awalnya, evakuasi direncanakan melalui jalur darat, namun karena mempertimbangkan jarak tempuh dan faktor keselamatan, diputuskan untuk menggunakan jalur udara.
Selanjutnya, jenazah diterbangkan melalui Lanud untuk mempercepat proses penanganan dan dibawa ke Pontianak.
I Made menegaskan bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Untuk kepastian identitas dan penyebab kematian, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian dan tim medis,” pungkasnya.
