Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Pontianak Mulai Masuk Musim Kering, Wali Kota Ingatkan Warga Waspada Karhutla
  • Lokal
  • News

Pontianak Mulai Masuk Musim Kering, Wali Kota Ingatkan Warga Waspada Karhutla

Editor PI 17/04/2026
IMG_2004

PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Kota Pontianak waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah diminta untuk meningkatkan perhatian terhadap potensi karhutla saat memasuki musim kering.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pencegahan harus menjadi langkah utama untuk menghindari bencana asap di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi BMKG, Kalimantan Barat termasuk Kota Pontianak mulai memasuki periode curah hujan rendah. Kondisi itu membuat lahan gambut lebih rentan terbakar jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Hari ini kita mengikuti apel kesiapan terhadap karhutla. Menurut ramalan BMKG, khususnya di Kalimantan Barat, Kota Pontianak dan sekitarnya memasuki musim kering, sehingga curah hujan mulai jarang. Kalau sudah musim kering, ini rentan terhadap kebakaran lahan yang berdampak pada bencana asap,” ujarnya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan apel siaga yang dipusatkan di Kalimantan Barat dan dihadiri Menko Polhukam, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, BNPB, BMKG, hingga Basarnas. Menurut Edi, setelah dilakukan mitigasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah juga harus siap menjalankan langkah pencegahan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki karakter lahan gambut.

“Kita di pemerintah daerah harus siap melaksanakan mitigasi bencana, khususnya di lahan gambut. Kota Pontianak sudah menyiapkan siaga pencegahan kebakaran lahan dan ini akan terus kita lanjutkan,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, cara tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, apalagi saat kondisi tanah sedang kering.

“Kami minta kepada warga Kota Pontianak, khususnya yang berada di lahan gambut, untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman,” tegasnya.

Edi menilai tren luas lahan terbakar yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa langkah pencegahan selama ini cukup efektif. Namun ia mengingatkan, faktor cuaca tetap sangat menentukan.

“Selama ini pencegahan memang lebih efektif. Faktor hujan juga sangat menentukan. Kalau lahan gambut tetap basah, tentu risiko kebakaran jauh lebih kecil,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap ada dukungan langkah modifikasi cuaca apabila diperlukan. Menurutnya, jika dalam dua pekan tidak turun hujan, maka kondisi di Pontianak dan sekitarnya akan semakin rentan, bukan hanya terhadap karhutla tetapi juga terhadap masuknya air asin ke Sungai Kapuas.

“Saya sudah sampaikan juga agar jika awan masih ada, selayaknya dilakukan penyemaian garam supaya hujan. Kalau Pontianak dan sekitarnya tidak hujan selama satu minggu, ini rentan. Hujan penting untuk membasahi lahan gambut sekaligus mengantisipasi intrusi air laut ke Sungai Kapuas,” jelasnya.

Terkait pasokan air bersih, Edi mengatakan Kota Pontianak masih bergantung pada air baku dari Sungai Kapuas. Karena itu, curah hujan di wilayah hulu sangat berpengaruh terhadap kualitas air baku, terutama pada musim kemarau.

“Kalau di hulu tidak hujan, ini sangat berdampak terhadap intrusi air laut yang masuk ke Sungai Kapuas sehingga kadar garamnya meningkat. Oleh sebab itu, kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan BMKG,” katanya.

Sementara untuk air minum kemasan atau air galon isi ulang, Edi menegaskan pemerintah tetap melakukan pengawasan kualitas melalui dinas terkait. Namun secara umum, kebutuhan air rumah tangga masyarakat tetap banyak bergantung pada air PDAM, air tanah, atau air sungai yang diolah. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak lengah menghadapi ancaman musim kering tahun ini.

Tags: Karhutla Pemkot Pontianak

Continue Reading

Previous: 8 Kru dan Penumpang Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Ditemukan Tewas
Next: 8 Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Tiba di RS Bhayangkara Pontianak

Related Stories

3bb55a57-cd2e-4eb9-8083-3ee6487b9418
  • Kesehatan
  • Lokal
  • Sports

Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak

Editor PI 10/08/2026
a39a8c70-f98c-43de-9a33-5dabb407f355
  • Kuliner
  • Lokal

Cuaca Pontianak Panas Terik, Yuk Cicipi Che Hun Tiau A Chiang yang Masih Eksis Setelah 10 Tahun

Editor PI 10/08/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Belajar Daring Mulai Hari Ini

Editor PI 10/08/2026

Berita Terbaru

  • Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak 10/08/2026
  • Cuaca Pontianak Panas Terik, Yuk Cicipi Che Hun Tiau A Chiang yang Masih Eksis Setelah 10 Tahun 10/08/2026
  • Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Belajar Daring Mulai Hari Ini 10/08/2026
  • Negara Jangan Abai terhadap Masyarakat Adat, AMAN Kalbar Desak Pengesahan UU Masyarakat Adat 09/08/2026
  • Berangkat Tanpa Sponsor, Atlet Taekwondo Ultra Gewinner Pontianak Borong 5 Emas dan 1 Perunggu di Malaysia 08/08/2026
  • Inspektorat Pontianak Kawal Pemasangan Bendera Merah Putih Selama Bulan Kemerdekaan 08/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

3bb55a57-cd2e-4eb9-8083-3ee6487b9418
  • Kesehatan
  • Lokal
  • Sports

Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak

Editor PI 10/08/2026
a39a8c70-f98c-43de-9a33-5dabb407f355
  • Kuliner
  • Lokal

Cuaca Pontianak Panas Terik, Yuk Cicipi Che Hun Tiau A Chiang yang Masih Eksis Setelah 10 Tahun

Editor PI 10/08/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Belajar Daring Mulai Hari Ini

Editor PI 10/08/2026
99779c22-9699-43d6-a8d4-e20a25d255ff
  • Lokal
  • News

Negara Jangan Abai terhadap Masyarakat Adat, AMAN Kalbar Desak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Editor PI 09/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.