PONTIANAK INFORMASI – Klub taekwondo Ultra Gewinner Pontianak menorehkan prestasi membanggakan di ajang MBW International Taekwondo Championship yang digelar di Kota Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Bersaing dengan atlet dari sembilan negara peserta, enam atlet binaan Ultra Gewinner yang dikirim berhasil membawa pulang enam medali, terdiri dari lima emas dan satu perunggu.
Lima medali emas diraih oleh M. Raihan Ananda Wijayanto, Ruby Annisa Ramadhani (poomsae), Erlangga, M. Faridza, dan Dirga Putra Driska Yudha. Sementara Nizam menyumbangkan medali perunggu dari nomor kyorugi.
Pelatih Ultra Gewinner Club Taekwondo Pontianak, Sabeum Nim Fajar, mengatakan pencapaian tersebut tidak diraih secara instan. Tim telah menjalani persiapan khusus selama empat hingga lima bulan menjelang kejuaraan, di luar latihan rutin yang sudah berlangsung sebelumnya.
“Untuk event ini kami fokus latihan sekitar empat sampai lima bulan. Sebelumnya anak-anak juga memang sudah rutin berlatih,” ujarnya.
Meski membawa pulang lima medali emas, Fajar menegaskan timnya tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menilai masih banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dari sisi fokus bertanding dan kondisi fisik atlet.
“Walaupun sudah dapat emas, kami tidak boleh sombong. Atlet harus tetap disiplin latihan, menjaga stamina dan meningkatkan fokus karena setelah ini masih ada kejuaraan berikutnya,” ucapnya.

Fajar juga mengungkapkan keberangkatan tim ke Malaysia sepenuhnya dibiayai secara mandiri oleh orang tua atlet, meski klub berada di bawah naungan Pengurus Taekwondo Kota Pontianak.
“Untuk keberangkatan kemarin full mandiri dari orang tua atlet. Kami sangat berterima kasih atas dukungan mereka,” katanya.
Usai kejuaran ini, Fajar mengungkapkan target terdekat Ultra Gewinner adalah mengikuti Piala Gubernur Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026.
Saat ini Ultra Gewinner memiliki sekitar 70 hingga 80 atlet binaan, mulai dari usia empat tahun hingga atlet senior. Latihan rutin digelar setiap Senin, Rabu, dan Jumat malam, Minggu sore, serta ditambah latihan fisik pada Jumat dan Sabtu sore di GOR Link Tanjung Hulu dan area Masjid Al Amin.
Fajar mengungkapkan, klub yang berdiri pada 8 Agustus 2020 itu awalnya dibentuk untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai saat pandemi COVID-19.
“Awalnya dari anak-anak di komplek. Orang tua ingin ada kegiatan positif supaya anak-anak tidak hanya bermain gadget. Lama-kelamaan berkembang menjadi pembinaan prestasi,” katanya.
Ia menyebut kejuaraan di Malaysia menjadi pengalaman internasional pertama bagi klub tersebut. Selama ini mereka lebih banyak mengikuti kompetisi di Kalimantan Barat.
“Persaingan sekarang semakin tinggi. Karena itu kami ingin anak-anak punya pengalaman bertanding di luar daerah, bahkan luar negeri. Alhamdulillah, pengalaman pertama di Malaysia langsung menghasilkan prestasi yang membanggakan,” tuturnya.
