PONTIANAK INFORMASI – Alih-alih akhir perjuangan, gelar juara umum MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat justru menjadi awal dari tanggung jawab baru Kabupaten Kubu Raya untuk menjaga prestasi sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. Hal itu dikatakan Bupati Kubu Raya Sujiwo setelah menerima piala juara umum MTQ XXXIV di Panggung Utama MTQ, Selasar Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026) malam.
Didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam, Sujiwo tak bisa menutupi rasa haru sekaligus bahagia. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kafilah dan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan Kubu Raya menuju podium tertinggi. Namun, ia menyadari bahwa mempertahankan gelar juara umum tidak akan semudah merebutnya.
“Ada tanggung jawab moral yang maha berat juga ketika mempertahankan. Ada pepatah mengatakan, ‘merebut juara itu lebih mudah dibandingkan mempertahankan’,” kata Sujiwo.
Karena itu, ia meminta LPTQ Kubu Raya segera menyusun strategi agar prestasi tersebut tidak berhenti pada MTQ XXXIV.
“Salah satunya saya memotivasi LPTQ. Kepada Pak Sekda sekaligus ketua LPTQ, saya kadang agak berikan lecutan, pecut kepada LPTQ,” ungkapnya.
Menurut Sujiwo, dorongan tersebut kemudian direspons dengan kerja serius oleh LPTQ. Barisan pembinaan dan strategi perlombaan diperkuat hingga akhirnya Kubu Raya mampu kembali merebut posisi teratas.
“Dari lecutan itu, teman-teman LPTQ akhirnya merapatkan barisan dan mengatur strategi. Selain memang ini qadarullah, takdirnya Allah, tetapi pasti ada doa, ikhtiar, dan tawakal,” katanya
