PONTIANAK INFORMASI – Suasana duka menyelimuti proses kedatangan delapan jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Pantauan di lokasi, pihak keluarga korban telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar untuk menyerahkan data identitas kepada petugas guna membantu proses identifikasi.
Seluruh jenazah sebelumnya dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan helikopter, kemudian mendarat di Lanud Supadio. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans milik Basarnas dan TNI Angkatan Udara menuju RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ini, seluruh jenazah telah berada di ruang jenazah dan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim medis serta forensik. Proses ini dilakukan untuk keperluan identifikasi sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Kombes Pol Josep Ginting, mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) Polda Kalbar bersama pihak rumah sakit.
“Seluruh temuan dari lokasi kejadian, termasuk properti dan kantong jenazah, sudah dibawa ke rumah sakit untuk melengkapi proses identifikasi. Nanti akan ada keterangan resmi dari Bidokes Polda Kalbar,” ujarnya.
Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) saat melakukan penerbangan dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi sekitar pukul 07.34 WIB.
Penerbangan tersebut dijadwalkan mendarat di wilayah Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi tujuan, helikopter diduga mengalami kendala hingga akhirnya hilang kontak di area perbukitan dan hutan di Sekadau.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter di kawasan perbukitan. Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah delapan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.
