Foto: Dean Moses
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – New York City dilanda badai salju dahsyat yang meninggalkan akumulasi salju hingga 30 cm atau lebih di berbagai wilayah, termasuk Central Park yang mencatat lebih dari 38 cm pada pagi hari. Badai nor’easter ini memicu pembatalan ribuan penerbangan, pemadaman listrik massal, dan penutupan jalan raya secara menyeluruh.
Badai salju ekstrem ini menyebabkan lebih dari 5.700 penerbangan dibatalkan dan ribuan rumah kehilangan daya listrik. “I’m urging every New Yorker to please stay home,” ujar Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang juga menetapkan larangan perjalanan total hingga siang hari berikutnya.
Pemerintah kota mengerahkan ribuan petugas pembersih salju dan mengaktifkan Garda Nasional untuk membantu di Long Island serta wilayah Hudson Valley. Sekolah-sekolah tutup total, sementara markas besar PBB di Manhattan ikut ditutup akibat kondisi ekstrem.
Menurut Bob Oravec, meteorolog dari National Weather Service’s Weather Prediction Center, salju di Central Park telah mencapai 38 cm pada pukul 08.00 pagi waktu setempat, dengan tambahan 13-15 cm lagi hingga sore hari. “It’s a pretty big storm and it’s definitely a blizzard with wind gusts of 64-96 km/jam,” tambahnya.
Dilansir dari BBC News, National Weather Service memperingatkan potensi salju hingga 60 cm di beberapa bagian timur laut AS, dengan kecepatan angin hingga 112 km/jam yang berisiko menumbangkan pohon dan memperburuk pemadaman listrik.
Penduduk New York mengalami kesulitan besar dalam beraktivitas sehari-hari, dengan jalan-jalan tertutup salju tebal dan visibilitas rendah akibat angin kencang. Banyak warga terjebak di rumah, sementara layanan kereta dan bus di New Jersey serta Rhode Island dihentikan sementara.
Pemulihan diharapkan memakan waktu hingga seminggu, mengingat angin yang meniup salju membentuk tumpukan setinggi beberapa kaki. Gubernur New York Kathy Hochul menekankan prioritas keselamatan jiwa dan properti, dengan FEMA tetap beroperasi meski ada isu pendanaan federal.
