Foto: Taobao
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, warga Tiongkok mendadak menjadikan karakter antagonis Harry Potter, Draco Malfoy, sebagai ikon dekorasi rumah dan merchandise perayaan. Potret muda Tom Felton sebagai Draco Malfoy terpampang di poster merah, stiker, hingga hiasan dinding yang biasanya memuat simbol keberuntungan seperti angpao dan kaligrafi Imlek. Fenomena ini muncul di tengah maraknya penjualan dekorasi Imlek bertema Draco Malfoy di platform e‑commerce dan media sosial China.
Dilansir dari BBC, popularitas Draco Malfoy sebagai maskot Imlek berasal dari cara namanya diterjemahkan ke bahasa Mandarin: “Malfoy” menjadi “Ma‑er‑fu” yang dianggap mengandung unsur kata “kuda” dan “keberuntungan”. “Nama tersebut terdengar mirip dengan frasa ma lai fu, yang kurang lebih bermakna ‘keberuntungan datang di Tahun Kuda’,” demikian dijelaskan dalam laporan media internasional. Karena tahun ini merupakan Tahun Kuda menurut kalender Imlek, banyak warganet China mengaitkan nama Malfoy dengan rezeki dan hoki sehingga layak dijadikan simbol keberuntungan.
Di platform Douyin dan Xiaohongshu, unggahan dekorasi Imlek bergambar Draco Malfoy menjadi viral dan dipakai sebagai hiasan rumah, toko, bahkan laptop. Beberapa pengguna memadukan potret Draco dengan simbol tradisional seperti angka delapan, karakter “fu” (beruntung), dan lampion merah agar terasa lebih kental nuansa Imlek‑nya. Situs e‑commerce di China juga turut meramaikan tren ini dengan menjual poster, stiker, dan aksesori bertema “Draco Malfoy – Year of the Horse”.
Fenomena ini mengejutkan banyak penggemar Harry Potter karena Draco Malfoy dikenal sebagai rival Harry yang sombong dan sering berperilaku antagonis. Namun, di mata sebagian warganet China, karakter tersebut justru dipandang “cool” dan ikonik, sehingga cocok dijadikan maskot generasi muda yang ingin merayakan Imlek dengan gaya modern. “Ini menunjukkan bagaimana ikon global bisa direinterpretasi secara kreatif dalam tradisi lokal,” tulis salah satu analisis yang mengutip pandangan budayawan Tiongkok.
Tom Felton sendiri turut merespons tren ini dengan membagikan ulang unggahan yang menampilkan wajahnya sebagai “simbol Tahun Baru Imlek di Tiongkok”. Di akun Instagram‑nya, ia memposting ulang foto dekorasi Imlek bertema Draco Malfoy sambil menulis komentar ringan yang menunjukkan kekaguman atas keunikan budaya China. Respons positif Felton ikut memperkuat viralitas fenomena ini di kalangan penggemar Harry Potter di seluruh dunia.
Di sisi lain, ada pula komentar skeptis yang menganggap penggunaan karakter fiksi sebagai maskot Imlek terlalu jauh dari makna spiritual perayaan tersebut. Namun, banyak yang berpendapat bahwa selama masih menghormati simbol‑simbol tradisional seperti lampion merah dan kaligrafi “fu”, memasukkan elemen pop‑culture justru membuat Imlek terasa lebih relevan bagi generasi muda.
Dengan kombinasi unsur kuda, keberuntungan, dan ikon pop global, Draco Malfoy pun resmi menjadi maskot tidak resmi Imlek 2026 di China. Fenomena ini menegaskan bagaimana budaya lokal dan global kini saling menyatu, bahkan dalam cara masyarakat merayakan perayaan tahunan yang sangat sakral bagi mereka.
