PONTIANAK INFORMASI – Kalimantan Barat disebut akan menjadi sentral budaya Tionghoa tingkat nasional. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Oesman Sapta, usai melantik kepengurusan MABT Indonesia, di Pontianak, pada Selasa (11/2/26)
Menurut Oesman Sapta, penetapan Kalbar sebagai pusat perkumpulan budaya Tionghoa merupakan kesan yang sangat baik dan membanggakan.
Ia menilai, Kalbar selama ini dikenal sebagai daerah yang terbuka dan mampu menerima berbagai suku bangsa dalam bingkai persatuan.
“Ini MABT se-Indonesia, tapi ternamanya adalah Kalimantan Barat. Ini suatu kesan yang sangat bagus dan menarik, karena Kalimantan Barat telah menerima segala macam suku bangsa dengan tetap berpegang pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Undang-Undang Dasar 1945. NKRI harga mati,” tegasnya.
Oesman Sapta menekankan, penempatan Kalimantan Barat sebagai pusat budaya Tionghoa harus diiringi dengan komitmen menjaga kerukunan antarsuku dan antarumat beragama.
“Yang penting menjaga kerukunan, kesukuan yang ada di daerah ini dan di mana pun kita berada. Jadi ya positif saja,” ujarnya.
Ia juga menyinggung momen perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan Ramadan. Menurutnya, pertemuan berbagai hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan, maupun Natal merupakan hal yang wajar karena perputaran waktu.
“Semua akan merayakan itu secara gembira dan berbahagia. Semua suku bangsa dan semua umat beragama, apalagi kita berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, harus merasakan kebahagiaan karena tekad kebersamaan yang menyatukan kita,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Oesman Sapta juga menyampaikan harapan kepada ketua dan pengurus MABT yang baru dilantik agar bertanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.
“Ketua yang bertanggung jawab. Apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan harus bisa disebarkan dan diinformasikan kepada bangsa Indonesia,” pungkasnya.
