lambang golkar
DPD I Partai Golkar Maluku meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, yang terjadi di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun.
Ketua DPD I Golkar Maluku Umar A. Lessy menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini sebagai kejadian serius yang tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di daerah, khususnya Maluku Tenggara.
“Kami minta ini diusut tuntas dan sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Malra,” kata Umar dalam pernyataan tertulis di Ambon, Minggu.
Ia mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa penikaman merupakan perbuatan melawan hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Tindakan ini tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Golkar juga mengimbau seluruh kader, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, agar tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
“Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan,” ujar Umar.
Selain itu, partai berlambang pohon beringin ini meminta aparat keamanan segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian secara transparan dan profesional. Golkar juga mendorong peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda untuk menjaga situasi tetap aman serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
DPD I Golkar Maluku turut menginstruksikan seluruh struktur partai untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Sebelumnya, Agrapinus Rumatora diduga berada di Maluku Tenggara untuk persiapan pelaksanaan musyawarah daerah (musda). Namun, ia ditikam oleh orang tak dikenal di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun atau Bandara Langgur. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak tertolong.
DPD I Golkar Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di wilayah tersebut.
