Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Politik
  • Hashim: Kelemahan Program MBG Wajar, Perlu Pengawalan Lebih Ketat
  • Politik

Hashim: Kelemahan Program MBG Wajar, Perlu Pengawalan Lebih Ketat

Editor PI 19/04/2026
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan sambutan pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan sambutan pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

JAKARTA — Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menilai sejumlah kelemahan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hal yang wajar, mengingat program tersebut baru pertama kali dijalankan dalam skala besar.

Dalam sambutannya pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam, Hashim menyebut adanya berbagai kendala di lapangan, seperti kasus keracunan hingga temuan makanan yang tidak layak konsumsi.

“Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya; tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini program pertama yang dilaksanakan, yang meliputi begitu banyak penerima manfaat,” ujarnya.

Meski demikian, Hashim mengakui program tersebut mendapat banyak kritik dari masyarakat. Ia menilai kritik tersebut merupakan aspirasi yang perlu diperhatikan untuk perbaikan ke depan.

Ia juga mengajak Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) untuk turut mengawal pelaksanaan MBG di tingkat desa agar berjalan sesuai tujuan.

Menurut Hashim, program MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menekan angka tengkes atau stunting yang pernah mencapai sekitar 30 persen pada 2006.

Ia mengungkapkan, gagasan program ini berawal dari kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto terhadap dampak jangka panjang stunting bagi masa depan bangsa.

“Kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian,” kata Hashim menirukan kekhawatiran Prabowo saat itu.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program berjalan efektif. Dalam kesempatan tersebut, Hashim juga menyoroti pemanfaatan aplikasi Jaga Desa yang digagas oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui bidang intelijen.

Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu pengawasan langsung di lapangan, termasuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

“Tentu saja ini menjadi pengawasan menyeluruh, tidak hanya pemanfaatan dananya, tetapi juga kualitas menu,” ujar Dadan usai acara.

Tags: Politik

Continue Reading

Previous: Golkar Maluku Minta Polisi Usut Tuntas Penikaman Nus Kei di Bandara Langgur
Next: Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Related Stories

Pemerintah Pastikan Upaya Diplomatik untuk Pembebasan WNI yang Ditahan Israel
  • Politik

Pemerintah Pastikan Upaya Diplomatik untuk Pembebasan WNI yang Ditahan Israel

Editor PI 21/05/2026
Alasan Megawati Tak Hadir di Istana Negara Saat Upacara HUT Ke-80 RI: Tradisi dan Komitmen Pada Partai
  • Politik

PDIP Sebut Sikap Oposisi sebagai Bentuk Check and Balances

Editor PI 21/05/2026
Prabowo: Tidak Akan Ganggu Tender Meski Dimenangkan Pihak Terkait PDIP
  • Politik

Prabowo: Tidak Akan Ganggu Tender Meski Dimenangkan Pihak Terkait PDIP

Editor PI 21/05/2026

Berita Terbaru

  • Pencurian Makin Marak di Pontianak, Edi Kamtono Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan 03/06/2026
  • Pemkot Minta Kewenangan Pengawasan Ketenagakerjaan Dikembalikan ke Daerah 03/06/2026
  • Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi 02/06/2026
  • Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa 02/06/2026
  • SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak 02/06/2026
  • Disdikbud Kalbar Siapkan Akun Demo SPMB, Orang Tua Bisa Simulasi Daftar Sekolah 02/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_6742
  • Lokal
  • News

Pencurian Makin Marak di Pontianak, Edi Kamtono Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Editor PI 03/06/2026
92146f00-9bc0-401e-859d-d4a01621b25a
  • Lokal
  • News

Pemkot Minta Kewenangan Pengawasan Ketenagakerjaan Dikembalikan ke Daerah

Editor PI 03/06/2026
IMG_6740
  • Lokal
  • News

Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi

Editor PI 02/06/2026
Seminar Kebangsaan Bahas Nilai Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa
  • Lokal

Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa

Editor PI 02/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.