Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya
Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera mengambil langkah pengendalian dan mitigasi terhadap kenaikan harga minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM) agar tidak semakin membebani masyarakat.
Menurut Puan, dinamika geopolitik global mulai berdampak langsung pada perekonomian nasional, terutama melalui lonjakan harga energi dan kebutuhan pokok.
“Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat, terutama masyarakat dari kelompok ekonomi kecil,” ujar Puan di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia harus dilihat dari perspektif kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebab, komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda pembeliannya.
“Perubahan harga kebutuhan pokok langsung memengaruhi ruang belanja harian rumah tangga,” katanya.
Puan menambahkan, kenaikan harga minyak goreng secara langsung mengubah komposisi pengeluaran keluarga, terutama bagi rumah tangga dengan anggaran terbatas. Dalam kondisi tersebut, satu jenis kebutuhan pokok bisa mengambil porsi lebih besar dari total belanja harian.
Selain itu, ia juga menyoroti kenaikan harga BBM yang turut menambah beban masyarakat. Meski saat ini kenaikan terjadi pada BBM nonsubsidi, Puan menilai pemerintah tetap perlu memperhatikan kondisi di lapangan.
“Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi sehingga mereka yang berhak terpaksa membeli BBM non-subsidi yang harganya naik signifikan,” jelasnya.
Karena itu, Puan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengendalikan harga. Ia mengingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan cepat, kenaikan harga tersebut dapat memicu ekspektasi kenaikan harga barang lainnya di pasar.
“Karena kita juga belum mengetahui dengan situasi geopolitik yang terjadi apakah perang ini akan berlanjut atau berhenti,” pungkasnya.
