Norsan: Bank Kalbar Harus Jadi Pilar Pembangunan dan Dongkrak PAD
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Bank Kalbar harus menjadi pilar utama dalam menopang pembangunan daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penegasan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalbar, Rabu (15/4/2026). Menurutnya, peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kemandirian fiskal daerah.
Ia menekankan, Bank Kalbar tidak bisa hanya berfungsi sebagai lembaga perbankan biasa, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya dalam mendukung proyek-proyek strategis yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Bank Kalbar harus mampu berinovasi dan memaksimalkan kontribusinya terhadap PAD. Ini penting untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah,” tegasnya.
Norsan menjelaskan, kemajuan ekonomi Kalimantan Barat sangat bergantung pada efektivitas fungsi intermediasi bank daerah. Penyaluran kredit produktif, dukungan terhadap UMKM, serta pembiayaan sektor strategis menjadi kunci utama.
Selain itu, ia juga menyoroti capaian prestasi Bank Kalbar di tingkat nasional. Bank milik daerah tersebut kembali meraih penghargaan bergengsi dengan predikat Bintang 5 dalam ajang yang diselenggarakan Majalah TOP Business di Jakarta.
Prestasi tersebut merupakan yang kelima kalinya diraih secara berturut-turut. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa tata kelola perusahaan berjalan dengan baik, sehat, serta mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Bank Kalbar memiliki tata kelola yang akuntabel dan kompetitif. Kita tentu berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap Bank Kalbar dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah melalui dividen yang dihasilkan.
Menurut Norsan, kontribusi tersebut sangat penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga program sosial bagi masyarakat.
“Dividen dari Bank Kalbar menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung program pembangunan daerah,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Bank Kalbar dalam rangka HUT ke-62, seperti donor darah, sunatan massal, serta bakti sosial ke panti asuhan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan bank daerah harus mampu memberikan manfaat langsung, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial.
“Bank Kalbar harus hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam layanan keuangan, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
Dengan berbagai capaian dan peran strategis tersebut, Norsan optimistis Bank Kalbar akan terus berkembang menjadi lembaga keuangan daerah yang kuat dan mampu menjadi penopang utama pembangunan di Kalimantan Barat.
