PONTIANAK INFORMASI – Speaker dewan juri bermasalah diduga menjadi pemicu polemik ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat di Pontianak yang digelar pada Sabtu (9/5/26).
PIt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan informasi yang diterimanya menyebut speaker yang mengarah ke juri
mengalami masalah tenis saat perlombaan berlangsung.
Akibat gangguan itu, jawaban peserta disebut kurang terdengar jelas oleh juri. Padahal di live YouTube maupun bagi penonton di lokasi, suara peseta terdengar normal dan jelas
Faisal mengatakan telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping LCC 4 Pilar tingkat Kalbar untuk membahas persoalan tersebut.
“Kami sudah memanggil Kepsek SMAN 1 dan tim pendamping. Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan harusnya bisa menunjukkan sikap kesatria terhadap lomba ini,” ujar.
Meski demikian, Faisal meminta pihak sekolah mengajukan permohonan resmi kepada penyelenggara lomba untuk melakukan peninjauan kembali hasil perlombaan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan langsung oleh MPR RI, bukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, juga ikut memberikan tanggapan. la menilai kegiatan berskala besar seharusnya
dilengkapi rekaman digital yang memadai agar kejadian serupa tidak memicu polemik berkepanjangan.
“Juri ini terkesan tidak terlalu memahami materi yang ditanyakan, sehingga harus membaca jawaban yang ada di tab mereka lalu mencocokkannya dengan jawaban peserta,” kata Harisson, Senin 11 Mei 2026.
Ia meminta panitia dan dewan juri memperhatikan rasa keadilan bagi peserta, khususnya siswa SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan dalam perlombaan tersebut.
“Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak SMANSA. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka,” ujarnya.
