PONTIANAK INFORMASI – Boneka unta menjadi salah satu oleh-oleh favorit bagi jemaah haji Indonesia saat pulang ke Tanah Air. Salah satunya Khusnul Khatimah (43), jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang tergabung dalam Kloter 14 membawa pulang boneka sebagai oleh-oleh.
Saat ditemui di Asrama Haji Pontianak, Ia membawa banyak boneka unta yang dikalungkannya dileher. Ukuran boneka yang dibawa Khusnul beragam, yakni delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, dan 12 boneka unta berukuran kecil.
“Ini buat anak-anak. Ini anak yang tua pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tersenyum, Rabu (17/6/26).
Ia mengaku sempat kerepotan membawa banyak boneka saat proses perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Meski begitu, Khusnul bersyukur seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar.
“Alhamdulillah lancar. Ya, kita makmum saja karena kita enggak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengalami kendala selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebutuhan konsumsi hingga pelayanan petugas haji terpenuhi dengan baik.
“Alhamdulillah lancar. Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugasnya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Khusnul menceritakan, ia harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Ia juga mengungkapkan dirinya berangkat seorang diri setelah melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas.
“Sudah dua belas tahun nunggu. Saya sendiri, kami mutasi dari Lampung ke Sambas,” ucapnya.
“Alhamdulillah rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangin dengan kata-kata,” tambahnya.
Ke depan, ia berharap masih diberikan kesehatan dan rezeki agar bisa kembali beribadah ke Tanah Suci.
“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, supaya bisa ibadah ke Baitullah lagi,” tutupnya.
