PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak meneladani semangat perjuangan para pahlawan saat memperingati Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat. Menurutnya, peringatan yang diperingati setiap 28 Juni itu tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Hal itu disampaikan Edi usai memimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (29/6).
Hari Berkabung Daerah menjadi momentum untuk mengenang peristiwa kelam pada masa pendudukan Jepang di Kalimantan Barat, termasuk tragedi Mandor yang menewaskan ribuan tokoh masyarakat, cendekiawan, pemimpin daerah, hingga warga sipil.
Edi menilai masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum memahami sejarah di balik peringatan tersebut. Karena itu, menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pendahulu harus terus dikenalkan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Tentunya masih banyak yang saya yakin belum paham dan belum mengetahui yang sebenar-benarnya peristiwa tersebut. Kita tahunya ada pembantaian di Mandor, bahkan ribuan orang,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pada masa pendudukan Jepang sekitar 1941 hingga 1945, banyak tokoh Kalimantan Barat ditangkap dan dibawa ke Mandor sebelum akhirnya dieksekusi.
“Banyak tokoh Kalbar, cendekiawan, pemimpin daerah ditangkap dan dibawa ke Mandor. Ada yang dipancung, ditembak, intinya dibunuh,” ujarnya.
Edi mengaku pernah mengunjungi kawasan Mandor dan melihat langsung sejumlah makam massal korban tragedi tersebut. Menurutnya, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian penting dari sejarah Kalimantan Barat yang harus terus dirawat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah bersama para tokoh masyarakat melakukan pendataan, dokumentasi, dan penelusuran sejarah para korban. Apalagi, masih banyak keluarga maupun keturunan korban yang hingga kini tinggal di Kalimantan Barat.
“Tentu ini perlu juga kita lakukan upaya-upaya, khususnya para tokoh di Kota Pontianak. Karena anak keturunannya masih ada,” katanya.
Selain menjaga ingatan sejarah, Edi juga mengajak seluruh ASN menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, perjuangan saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan bekerja memberikan pelayanan terbaik serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan hingga masalah sosial lainnya.
“Semangat para pahlawan harus menggugah hati kita untuk berpartisipasi menghadapi berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Edi mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak menjaga persatuan dan memperkuat sinergi dalam membangun daerah.
“Mari kita rapatkan barisan untuk membangun daerah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung program pemerintah melalui sinergitas yang kuat,” tutupnya.
