Presiden Prabowo (Foto : ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo (Foto : ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa PDI Perjuangan (PDIP) memiliki semangat patriotisme yang sama dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, meski berada di luar pemerintahan, PDIP pada akhirnya akan bersama-sama membela Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7), yang juga dihadiri sejumlah elite partai politik, termasuk Djarot Syaiful Hidayat dari PDIP.
“Dan di ujungnya saya juga percaya PDIP pun akan bersama kita membela negara dan bangsa. Itu insting saya, itu kata hati saya,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai seluruh partai politik pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Indonesia. Menurutnya, perbedaan sikap politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
“Kadang-kadang kita berpisah enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi. PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita,” katanya.
Ia juga menegaskan kritik dari pihak lain, termasuk partai di luar pemerintahan, merupakan bagian penting dalam demokrasi.
“Kita enggak ada masalah. Dikritik itu baik ya, kritik itu menyelamatkan, kritik itu mengingatkan sebetulnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui surat internal menjelaskan posisi partainya sebagai partai penyeimbang terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Megawati menegaskan Indonesia menganut sistem presidensial sehingga tidak mengenal konsep oposisi dan koalisi seperti dalam sistem parlementer.
“Demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi blok-blokan kekuasaan, melainkan demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi,” tulis Megawati dalam surat tersebut.
Ia juga menegaskan PDIP akan tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.
“PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tidak menempatkan diri sebagai kekuatan yang menolak pemerintah secara apriori,” tulis Megawati.
