PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menambah kuota paket sembako dalam Gerakan Pasar Murah (GPM) di Kabupaten Kayong Utara dari 1.000 menjadi 1.200 paket. Penambahan dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat yang memadati Pasar Rakyat Kayong Utara, Sabtu (1/8/2026).
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, Gerakan Pasar Murah menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melaksanakan Gerakan Pasar Murah sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Norsan.
Ia menjelaskan, setiap paket sembako yang dijual kepada masyarakat memiliki nilai sekitar Rp125 ribu sesuai harga pasar. Namun, berkat subsidi dari Pemprov Kalbar sekitar Rp30 ribuan dan dukungan program tanggung jawab sosial (CSR) Bank Kalbar sebesar Rp40 ribu, masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp50 ribu.
“Bapak dan Ibu sekalian, paket sembako yang kita jual kepada masyarakat sebenarnya memiliki nilai sekitar Rp125 ribu sesuai harga pasaran. Namun, dengan adanya subsidi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sekitar Rp30 ribuan serta dukungan CSR Bank Kalbar sebesar Rp40 ribu, maka masyarakat dapat memperoleh paket sembako tersebut hanya dengan harga Rp50 ribu,” ujarnya.
Menurut Norsan, pasar murah dan operasi pasar memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mengendalikan inflasi. Operasi pasar bertujuan menjaga kestabilan harga di tingkat pedagang, sedangkan pasar murah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kombinasi operasi pasar dan pasar murah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus membantu masyarakat menghadapi kondisi harga kebutuhan pokok,” katanya.
Ribuan warga tampak mengantre secara tertib untuk menukarkan kupon dan mendapatkan paket sembako bersubsidi. Tingginya minat masyarakat membuat pemerintah memutuskan menambah kuota paket dari semula 1.000 menjadi 1.200 paket.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya yang turut mendampingi kegiatan tersebut mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Kalbar kepada masyarakat di daerahnya.
Menurut Romi, Gerakan Pasar Murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga bahan pangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kayong Utara. Kegiatan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam membantu menjaga daya beli di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
