PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau dan cuaca panas yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan itu disampaikan Ria Norsan usai meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kubu Raya, bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Senin (24/8/2026).
Ria Norsan mengatakan kondisi lahan gambut dan cuaca kering membuat kebakaran sulit dikendalikan. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan pada saat musim kemarau panjang ini. Kondisi cuaca sekarang panas tinggi, jadi jangan membakar lahan dulu,” ujar Norsan.
Ia mengingatkan, pembakaran lahan juga harus mengikuti ketentuan dalam Perda Kalbar Nomor 1 Tahun 2022. Masyarakat wajib membuat sekat dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Norsan menegaskan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, perekonomian, transportasi, dan aktivitas masyarakat.
Ia juga meminta perusahaan berbasis lahan memenuhi kewajiban dalam pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk menyiapkan personel dan sarana pemadaman serta menjaga tata air di lahan gambut.
Sementara itu, Raja Juli menyebut hotspot di Kalbar masih dinamis. Setelah sempat mencapai 824 titik pada 19 Agustus, jumlahnya turun hingga 28 titik per malam 23 Agustus berkat penanganan bersama.
Namun, ia mengingatkan jumlah hotspot tidak selalu menggambarkan kondisi asap di lapangan. Saat meninjau Rasau Jaya, misalnya, api telah padam tetapi asap masih keluar dari dalam tanah gambut.
“Gambut memang paling sulit dipadamkan karena apinya bisa berada di bawah permukaan dan produksi asapnya sangat luar biasa,” kata Raja Juli.
Penanganan karhutla Kalbar saat ini diperkuat dengan 7 helikopter water bombing, 2 helikopter patroli, dan 1 pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kementerian Kehutanan juga akan menugaskan 700 ASN untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat sebagai bagian dari penguatan personel di enam provinsi rawan karhutla.
Raja Juli kembali mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia memastikan penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
