PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (3/9/2026).
Dua apresiasi tersebut diberikan pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan senilai Rp1,5 miliar serta Implementasi Program 3 Juta Rumah berupa bantuan bedah rumah untuk 300 unit.
Apresiasi tersebut diterima langsung Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan. Kegiatan ini dipimpin Menteri Dalam Negeri RI bersama jajaran kementerian terkait.
Krisantus mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemprov Kalbar dan masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik serta pembangunan daerah.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.
Menurut Krisantus, apresiasi di bidang kesehatan menjadi motivasi untuk terus memperluas akses layanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, akses terhadap pelayanan kesehatan harus terus kita tingkatkan, baik di perkotaan maupun wilayah pelosok, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, bantuan bedah rumah sebanyak 300 unit menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Krisantus menilai penyediaan hunian layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan Pemprov Kalbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak masyarakat mendapatkan hunian yang layak.
“Rumah yang layak merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat. Kita akan terus mendukung program pemerintah pusat agar semakin banyak masyarakat Kalbar yang dapat memiliki hunian yang layak,” ujarnya.
Krisantus menambahkan, dua apresiasi tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian itu menjadi tanggung jawab Pemprov Kalbar untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Apresiasi ini jangan sampai membuat kita berhenti bekerja. Justru ini menjadi tanggung jawab dan motivasi agar ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tutupnya.
