PONTIANAK INFORMASI – Krisis air bersih mulai dirasakan warga Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, di tengah musim kemarau dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga bahkan harus mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum. Atas instruksi Gubernur Kalbar Ria Norsan, truk tangki air bersih dikirim ke kawasan tersebut.
Warga tampak membawa jerigen, ember hingga galon untuk mendapatkan air. Salah satunya Kasmina (24), yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Sangat membantu sekali, karena daerah Desa Limbung sangat kekurangan air. Jadi, untuk minum sangat membantu,” kata Kasmina.
Hari itu, Kasmina membawa dua galon untuk diisi air bantuan. Ia mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih sudah dirasakan warga selama sekitar tiga bulan.
“Sudah tiga bulan,” ujarnya.
Menurut Kasmina, bantuan air bersih tersebut baru pertama kali diterima warga Limbung. Karena itu, ia berharap bantuan serupa dapat terus diberikan selama warga masih mengalami kesulitan air.
“Air bantuan jalan terus dan kita diberikan juga untuk minum, masak, untuk mencuci sayur,” harapnya.
Untuk kebutuhan mandi, Kasmina mengatakan warga masih memiliki sumber air yang bisa digunakan. Namun, persoalan muncul ketika air tersebut digunakan untuk memasak dan minum.
“Kalau mandi sih enggak khawatir, ada air. Air untuk masak susah,” katanya.
