Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar
  • Lokal
  • News

BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar

Editor PI 09/09/2026
47dba687-51b4-49cd-a021-ef756f3743d8

PONTIANAK INFORMASI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Dengan penambahan tersebut, kini terdapat tiga pesawat yang dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan di Kalbar.

Plt Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan OMC terus dilakukan sejak status penanganan karhutla ditingkatkan menjadi tanggap darurat, yakni mulai 28 Agustus hingga 10 September 2026.

“Awalnya hanya dua pesawat. Kemudian atas perintah Kepala BNPB, dilakukan penambahan satu unit pesawat lagi. Jadi, sampai hari ini ada tiga pesawat OMC yang sudah beroperasi di Kalbar,” kata Ridwan, Rabu (9/9/26).

Ridwan mengatakan, penyemaian awan dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan peluang terbentuknya awan hujan. Bahkan, operasi dapat dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB apabila kondisi memungkinkan.

Namun kata Ridwan, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap penyemaian bergantung pada analisis BMKG, terutama terkait potensi awan, peluang menghasilkan hujan, serta arah dan kecepatan angin.

“Apabila peluangnya ada, bibit awannya sudah ada, tetapi arah anginnya tidak mendukung, kita putuskan untuk tidak melakukan penyemaian. Tapi kalau potensi awannya ada dan arah anginnya mendukung, itu kita lakukan,” jelasnya.

Ridwan mengakui, saat ini ketersediaan bibit awan yang dapat disemai masih minim di Kalimantan Barat, bahkan di wilayah Kalimantan secara keseluruhan.

Menurutnya, potensi awan paling tinggi terjadi pada 4–7 September. Meski demikian, berdasarkan prakiraan terbaru hingga 10 September, masih terdapat peluang untuk melakukan penyemaian.

“Memang bibit-bibit awan yang akan disemai masih minim sekali untuk wilayah Kalimantan Barat. Bahkan dapat dikatakan untuk wilayah Kalimantan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sejumlah wilayah Kalbar telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan paling kuat terpantau di wilayah perhuluan, seperti Kapuas Hulu dan Sintang.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Ketapang dan Kubu Raya. Dua wilayah tersebut masih memiliki titik panas dan titik api yang cukup tinggi dengan curah hujan yang minim.

“Yang masih kuat titik panas dan titik apinya adalah di daerah Ketapang dan Kubu Raya. Di sana masih sangat minim hujan,” ungkap Ridwan.

Selain Ketapang dan Kubu Raya, Kabupaten Melawi juga menjadi perhatian karena sebaran titik panas mulai meningkat dan risiko kebakaran masih tinggi.

“Yang paling tinggi tetap masih Ketapang, tetapi menyusul Melawi. Di sana juga sudah ada kebakaran lahan,” katanya.

Ridwan menegaskan, penambahan armada pesawat OMC diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pemerintah dalam membasahi wilayah rawan kebakaran. Namun, efektivitas penyemaian tetap sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai.

Tags: BNPB BPBD Kalbar Karhutla Kalbar OMC Operasi Modifikasi Cuaca

Continue Reading

Previous: Karhutla Kalbar Belum Reda, Status Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari
Next: Wawako Bahasan: Fraksi DPRD Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap di Pontianak

Related Stories

19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar
  • Lokal

19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar

Editor PI 09/09/2026
abfde60d-984f-4c17-acf8-c533127fa88c
  • Lokal
  • News

Wawako Bahasan: Fraksi DPRD Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap di Pontianak

Editor PI 09/09/2026
ea0c6d60-6ffc-4ece-b9a8-0b6713e8333e
  • Lokal
  • News

Karhutla Kalbar Belum Reda, Status Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari

Editor PI 09/09/2026

Berita Terbaru

  • 19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar 09/09/2026
  • Wawako Bahasan: Fraksi DPRD Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap di Pontianak 09/09/2026
  • BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar 09/09/2026
  • Karhutla Kalbar Belum Reda, Status Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari 09/09/2026
  • BPBD: Karhutla Terparah di Kalbar Terjadi di Ketapang, 12.443 Hektare Lahan Terbakar 09/09/2026
  • Menhut Raja Juli Segel 2.400 Ha Lahan Bekas Karhutla di Ketapang, Baru Padam Sudah Ditanami Sawit 09/09/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar
  • Lokal

19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar

Editor PI 09/09/2026
abfde60d-984f-4c17-acf8-c533127fa88c
  • Lokal
  • News

Wawako Bahasan: Fraksi DPRD Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap di Pontianak

Editor PI 09/09/2026
47dba687-51b4-49cd-a021-ef756f3743d8
  • Lokal
  • News

BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar

Editor PI 09/09/2026
ea0c6d60-6ffc-4ece-b9a8-0b6713e8333e
  • Lokal
  • News

Karhutla Kalbar Belum Reda, Status Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari

Editor PI 09/09/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.