KALBARONLINE.com – Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terparah di Kalimantan Barat.
Plt Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, menyebutkan, berdasarkan data luas lahan yang terbakar di Ketapang mencapai 12.443,79 hektare. Sementara, Kabupaten Kubu Raya berada di urutan kedua dengan luas lahan terbakar mencapai 8.614,31 hektare.
“Luas Kabupaten Ketapang yang terbakar seluas 12.443,79 hektare. Untuk kabupaten kedua yaitu Kabupaten Kubu Raya, seluas 8.614,31 hektare,” kata perwakilan BPBD Kalbar.
Ridwan mengungkapkan, sebagian wilayah yang terdampak karhutla tersebut merupakan kawasan dengan karakteristik tanah gambut. Ketebalan gambut di setiap wilayah juga bervariasi sehingga penanganan kebakaran membutuhkan upaya khusus.
Ia juga mengatakan ditengah kondisi tersebut, BPBD Kalbar terus melakukan penanganan dengan mengerahkan tim darat maupun dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Hingga saat ini, lebih dari 15 ribu personel tim darat dilibatkan dalam penanganan karhutla di Kalbar. Sementara untuk OMC, pemerintah bersama BNPB telah mengerahkan tiga pesawat untuk melakukan penyemaian awan hujan.
BPBD menyebut penanganan karhutla dilakukan berdasarkan data dari BMKG, Sipongi, serta laporan tim di lapangan.
“Yang pasti data. Wali data kita adalah BMKG. Untuk awan yang bisa disemai, apakah memungkinkan untuk menghasilkan hujan atau tidak, termasuk arah angin, semuanya berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh BMKG,” ujarnya.
Saat ini, titik panas di Kalbar disebut telah mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya lebih dari 4.000 titik panas, jumlahnya kini berada di sekitar 149 titik atau di bawah 200 titik.
Meski demikian, BPBD mengingatkan kondisi tersebut belum berarti ancaman karhutla telah berakhir. Berdasarkan prediksi BMKG, dampak El Niño masih berpotensi dirasakan hingga Januari.
“Kalau untuk prediksi, berdasarkan prediksi yang ada dari BMKG, kita akan menghadapi dampak El Niño sampai Januari. Kalau titik puncaknya berada di Oktober. Jadi, kerja kita ini masih panjang dan masih keras,” kata BPBD.
Untuk wilayah yang masih menjadi perhatian, Ketapang disebut masih menjadi daerah dengan kondisi karhutla paling tinggi. Kubu Raya juga masih menghadapi kondisi serupa, sementara Kabupaten Melawi mulai mengalami peningkatan sebaran titik panas dan risiko kebakaran.
BPBD menegaskan penanganan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, termasuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak selama masa tanggap darurat.
