19 Organisasi Bersatu Bantu Warga dan Relawan Terdampak Asap Karhutla di Kalbar
Sebanyak 19 organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, jurnalis, serikat pekerja, lembaga bantuan hukum hingga kelompok relawan bergabung dalam Posko Solidaritas Rakyat Borneo untuk membantu warga dan relawan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Posko yang dibentuk pada 29 Agustus 2026 dan mulai aktif pada 1 September 2026 tersebut menjadi ruang bersama untuk menghimpun sekaligus mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sejumlah organisasi yang bergabung antara lain Link-AR Borneo, AGRA Kalbar, GSBI Kalbar, SIEJ Simpul Kalbar, AJI Pontianak, Yayasan Kolase, LBH Pontianak, FSPBR, IJTI Kalbar, Paramedis Jalanan, KDK Official, Pontianak Boys 1970, KASBI, serta sejumlah organisasi mahasiswa di Universitas Tanjungpura.
Ketua Posko Solidaritas Rakyat Borneo, Erni Damayanti, mengatakan penggalangan bantuan dilakukan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat dan relawan yang berada di wilayah terdampak karhutla.
“Posko ini dibentuk sebagai ruang solidaritas bersama. Bantuan yang terkumpul kami distribusikan sesuai kebutuhan di lapangan, baik untuk masyarakat maupun teman-teman relawan yang membantu penanganan karhutla,” kata Erni pada Selasa (8/9/2026).
Hingga 7 September 2026, posko telah menyalurkan 8.260 masker kepada masyarakat. Masker yang didistribusikan terdiri dari KN95, KF94, Medishield untuk dewasa, serta KF Kids.
Bantuan juga mencakup berbagai perlengkapan medis, seperti spuit, oksigen portable, infuse set dewasa, hansaplast dan eukoplast sebanyak 43 unit, serta sekitar 218 unit obat-obatan.
Tak hanya masyarakat, bantuan juga menyasar kelompok pemadam kebakaran yang bertugas menangani karhutla. Bantuan diberikan antara lain kepada Damkar Pemadam Mitra Perum 3, Pemadam Kebakaran Swadesi Assalam dan Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran (Forkom Damkar) Swasta.
Erni mengatakan kebutuhan yang diterima posko dari lapangan cukup beragam sehingga bantuan tidak hanya berupa masker.
“Kebutuhannya tidak hanya masker. Kami juga menerima permintaan perlengkapan medis dan kebutuhan untuk teman-teman pemadam. Karena itu, bantuan yang dikumpulkan kami sesuaikan dengan kebutuhan yang masuk dari lapangan,” ujarnya.
Bantuan Menjangkau Enam Kabupaten
Hingga 8 September 2026 sore, distribusi bantuan telah menjangkau Kabupaten Sintang, Sambas, Mempawah, Ketapang, Kapuas Hulu dan Kubu Raya.
Di Sintang, bantuan disalurkan melalui POS-KOL Sintang. Sementara di Sambas, bantuan disalurkan melalui Posko Sambas.
Di Ketapang, bantuan didistribusikan di kawasan Jalan Tanjungpura, Desa Awan Kiri dan Desa Labai Hilir. Adapun di Mempawah, bantuan untuk pemadam kebakaran disalurkan melalui Forkom Damkar Swasta yang berlokasi di Wajok.
Untuk wilayah Kubu Raya, bantuan telah menjangkau Dusun Madani, Desa Mekar Sari, Desa Lingga, Desa Kalibandung, Desa Teluk Bakung dan Desa Lintang Batang.
Pembagian masker juga dilakukan secara langsung kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Pontianak, termasuk Bundaran Digulis dan simpang Jalan Tanjungpura. Di Kubu Raya, pembagian masker dilakukan di empat lampu merah kawasan Jembatan Kapuas II arah Ambawang.
Selain masker dan perlengkapan medis, posko menyalurkan 10 unit senter, 26 pasang sepatu bot dan 25 unit masker respirator untuk mendukung aktivitas relawan di lapangan.
Adapun bantuan logistik yang telah disalurkan terdiri atas sembilan kotak susu, lima kotak minuman isotonik, 16 kotak air mineral dan 60 bungkus roti.
Erni berharap keberadaan posko dapat mempermudah koordinasi sehingga kebutuhan warga dan relawan yang terdampak karhutla dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu untuk bersama-sama mendukung kebutuhan di lapangan. Bantuan akan kami arahkan kepada wilayah dan kelompok yang memang membutuhkan,” kata Erni.
Posko Solidaritas Rakyat Borneo masih membuka ruang bagi masyarakat, organisasi maupun kelompok lainnya yang ingin memberikan dukungan dan berkolaborasi dalam penggalangan serta pendistribusian bantuan.
