Prokopim Kubu Raya
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, melakukan peninjauan terhadap kegiatan bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya, Kecamatan Rasau Jaya, pada Jumat (25/7/2022). Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Prama Abiphraya dan RSUD TBSI.
Dalam kunjungannya, Sukiryanto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan operasi gratis tersebut. Ia menilai, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, mengingat biaya operasi bibir sumbing tidaklah kecil jika harus dilakukan secara mandiri.
“Biaya untuk operasi bibir sumbing ini sekitar 15–20 juta rupiah. Biaya ini cukup besar bagi masyarakat. Langkah (baksos) ini merupakan upaya untuk meringankan beban masyarakat Kubu Raya,” ujar Sukiryanto.
Lebih lanjut, Sukiryanto menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan Prama Abiphraya dan berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi pihak lain untuk ikut berkontribusi, sehingga program ini bisa terus berlanjut.
“Ini sangat diperlukan oleh masyarakat untuk membantu biaya operasinya itu. Dan kita berharap baksos ini terus berkelanjutan ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saifullah, menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan operasi bibir sumbing ditanggung oleh Yayasan Prama Abiphraya, yang memang memiliki komitmen terhadap anak-anak penderita bibir sumbing. Ia juga menyoroti bahwa prevalensi kasus bibir sumbing di wilayah Kubu Raya tergolong tinggi.
“Ini bagian dari kepedulian kita. Anak-anak ini perlu asupan, langit-langit yang tidak sempurna itu tentunya mengganggu asupan makanan. Jika dari bayi asupan makanan kurang bagus, bisa jadi stunting nantinya. Ini berkaitan pula dengan pengentasan stunting,” terang Asep.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada yayasan atas kontribusinya dan berharap program ini bisa menjadi agenda rutin rumah sakit sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
“Kita targetkan 20 anak dan hari ini sudah ada 11 anak yang sudah siap untuk dioperasi,” jelas Asep.
