Mentri Sugiono (Foto : YouTube Setpres)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Pemerintah Indonesia resmi meningkatkan status kewaspadaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, dari Siaga II menjadi Siaga I menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Dengan status siaga tertinggi ini, pemerintah bersiap mengevakuasi 386 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Iran, mayoritas di antaranya merupakan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di kota Qom dan Teheran.
Dikutip dari Detiknews, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa peningkatan status ini dilakukan setelah menilai intensitas serangan di wilayah Iran yang kini tak hanya menyasar target militer, tetapi juga mulai mengancam warga sipil. “Dalam dua hari terakhir, intensitas serangan Israel semakin meningkat dan sasaran serangan tidak hanya menyasar target militer tetapi juga warga sipil,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya, Kamis (19/6/2025).
Langkah evakuasi ini akan dilakukan melalui jalur darat, mengingat pesawat tidak dapat memasuki wilayah udara Iran akibat situasi keamanan yang tidak kondusif. “Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan negara tetangga Iran, memohon supaya pada saat terjadi evakuasi nanti, warga negara kita diberi kemudahan melewati perbatasannya karena situasinya juga yang semakin tidak menguntungkan” tegas Sugiono.
KBRI Teheran telah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk menyiapkan dokumen penting dan barang esensial, serta terus memantau informasi terbaru yang disampaikan melalui grup WhatsApp WNI di Iran. WNI juga diminta untuk segera melapor diri ke KBRI dan mengikuti setiap instruksi yang diberikan demi kelancaran proses evakuasi.
Konflik antara Iran dan Israel yang memanas sejak pertengahan Juni 2025 telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan luka-luka, serta menimbulkan kekhawatiran global akan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh WNI di luar negeri dan terus memantau perkembangan situasi di Iran secara intensif.
Langkah antisipatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan keselamatan WNI di tengah situasi yang kian tidak menentu. Informasi lebih lanjut mengenai proses evakuasi akan terus diperbarui oleh KBRI Teheran melalui saluran resmi dan grup komunikasi WNI di Iran.
