Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Lokal
  • Dihukum 2 Tahun dan Denda Rp50 Juta, Riezky Kabah Masih Akan Hadapi Hukum Adat
  • Lokal

Dihukum 2 Tahun dan Denda Rp50 Juta, Riezky Kabah Masih Akan Hadapi Hukum Adat

Muhammad Iqbal 24/02/2026
Foto : Istimewa

PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pontianak menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 juta kepada konten kreator Riezky Kabah dalam perkara dugaan penghinaan terhadap suku Dayak, Senin (23/2/2026). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang berlangsung tertib dan mendapat perhatian publik.

Dalam amar putusannya, majelis menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyebaran informasi elektronik yang mengandung unsur penghasutan serta menimbulkan kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Melakukan tindak pidana dengan sengaja dan sadar mendistribusikan informasi elektronik yang sifatnya menghasut dan mempengaruhi orang lain sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan,” tegas Ketua Majelis Hakim saat membacakan vonis Riezky Kabah di ruang sidang PN Pontianak.

Majelis juga menetapkan pidana denda dengan ketentuan subsider kurungan apabila tidak dibayarkan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan,” lanjut Majelis Hakim dalam persidangan yang berlangsung tertib tersebut.

Selain sanksi pidana, kemungkinan penegakan hukum adat masih terbuka. Ketua Umum Ormas Dayak Mangkok Merah Kalbar, Iyen Bagago, menyampaikan bahwa mekanisme adat telah diserahkan kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak.

“Untuk hukum adat, kita sudah serahkan dengan pengurus DAD Kota Pontianak dan jajarannya. Nah, ya mereka mungkin sekarang sedang mencari cara bagaimana. Menurut DAD Kota kan adat tidak bisa dibatalkan dan harus tetap dilaksanakan,” katanya.

Sebagai pelapor dalam perkara ini, Iyen menyatakan menghormati putusan pengadilan dan menilai vonis tersebut telah memenuhi rasa keadilan.

“Kalau secara hukum, kami cukup merasa puas. Karena itu sudah putusan pengadilan. Menurut kami sudah membuat terdakwa jera untuk ke depannya,” kata Iyen saat ditemui awak media usai persidangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap proses peradilan yang telah berjalan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengadilan di Pontianak yang sudah memutuskan perkara ini. Menurut kami sudah sesuai, walaupun kami merasa tersakiti karena sudah dihina,” pungkasnya.

Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, baik menerima putusan, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pontianak, maupun menyatakan pikir-pikir.

Perkara ini bermula dari unggahan video di media sosial yang memicu kecaman luas dari masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Dengan putusan tersebut, proses pidana dinyatakan memasuki tahap akhir, sementara penyelesaian melalui jalur adat menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.

Continue Reading

Previous: Nyaris Beredar Saat Ramadan, 688 Kg Pangan Tanpa Dokumen Digagalkan di Perbatasan Entikong
Next: Safari Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Sujiwo Tegaskan Kepemimpinan Tanpa Sekat

Related Stories

IMG_7582
  • Lokal
  • News
  • Sports

Pontianak Jadi Tuan Rumah Indonesia Masters S100, PBSI Kalbar: Motivasi Atlet Lokal

Editor PI 31/08/2026
IMG_7563
  • Lokal
  • News
  • Sports

Ada Ginting dan Apriyani Rahayu, Pontianak Bersiap Gelar Indonesia Masters 2026

Editor PI 31/08/2026
IMG_7566
  • Lokal
  • News
  • Sports

Antusias Penonton Meningkat, Tiket Indonesia Masters Super 100 Pontianak Sold Out Lebih Cepat

Editor PI 31/08/2026

Berita Terbaru

  • Pontianak Jadi Tuan Rumah Indonesia Masters S100, PBSI Kalbar: Motivasi Atlet Lokal 31/08/2026
  • Ada Ginting dan Apriyani Rahayu, Pontianak Bersiap Gelar Indonesia Masters 2026 31/08/2026
  • Antusias Penonton Meningkat, Tiket Indonesia Masters Super 100 Pontianak Sold Out Lebih Cepat 31/08/2026
  • Festival Film Pelajar Kalbar Masuk Tahun ke-7, Angkat Isu AI hingga Karhutla 31/08/2026
  • Debut Sempurna, Dejan/Apri Langsung Raih Gelar Juara di Polytron Pontianak International Challenge 30/08/2026
  • Yamaha NMAX Tech MAX Punya Dua Riding Mode, Ini Perbedaan T-Mode dan S-Mode 30/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_7582
  • Lokal
  • News
  • Sports

Pontianak Jadi Tuan Rumah Indonesia Masters S100, PBSI Kalbar: Motivasi Atlet Lokal

Editor PI 31/08/2026
IMG_7563
  • Lokal
  • News
  • Sports

Ada Ginting dan Apriyani Rahayu, Pontianak Bersiap Gelar Indonesia Masters 2026

Editor PI 31/08/2026
IMG_7566
  • Lokal
  • News
  • Sports

Antusias Penonton Meningkat, Tiket Indonesia Masters Super 100 Pontianak Sold Out Lebih Cepat

Editor PI 31/08/2026
IMG_7530
  • Lokal
  • News

Festival Film Pelajar Kalbar Masuk Tahun ke-7, Angkat Isu AI hingga Karhutla

Editor PI 31/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.