Sumber: antaranews
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan keprihatinannya terhadap ancaman aktivitas tambang terhadap gua-gua purba di Indonesia. Menurutnya, beberapa situs bersejarah di Sulawesi dan Kalimantan kini menghadapi risiko kerusakan akibat kegiatan industri, terutama pertambangan.
Salah satu yang paling disorot adalah Gua Sangkurilang di kawasan karst Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki sekitar 58 gua dengan lebih dari 2.500 lukisan purba berusia antara 10.000 hingga 40.000 tahun. Lukisan-lukisan tersebut berupa telapak tangan, gambar hewan seperti rusa dan babi hutan, serta pola-pola geometris, yang menjadikannya salah satu situs seni cadas tertua di dunia bahkan diyakini lebih tua dari lukisan di Gua El Castillo, Spanyol.
Gua Sangkurilang merupakan bagian dari ekosistem karst Sangkurilang-Mangkalihat yang mencakup 1,8 juta hektare, dengan sekitar 326.000 hektare ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi. Namun, keberadaan pabrik semen di sekitar kawasan tersebut dinilai dapat membahayakan kelestarian situs bersejarah itu, sebagaimana yang juga terjadi di kawasan karst Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.
Fadli menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan saat ini tengah melakukan kajian dan pemetaan terhadap gua-gua purba yang terancam aktivitas tambang. Ia juga telah menyampaikan kekhawatiran tersebut secara lisan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan tengah menyiapkan laporan formal untuk ditindaklanjuti.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi dasar perlindungan terhadap warisan budaya prasejarah Indonesia yang sangat bernilai dan rentan rusak oleh eksploitasi industri.
