Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Lokal
  • Hampir 30 Tahun Dijaga Muslim, Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Jadi Simbol Toleransi
  • Lokal

Hampir 30 Tahun Dijaga Muslim, Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Jadi Simbol Toleransi

Muhammad Iqbal 11/02/2026
Foto: Detik Kalimantan

PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Kelenteng Tengah Laut Xuan Wu Zhen Tan yang berada di Desa Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, bukan hanya dikenal karena lokasinya yang unik di tengah laut, tetapi juga karena kisah kemanusiaan yang melekat di baliknya. Selama hampir tiga dekade, kelenteng ini dijaga oleh seorang pria muslim bernama Slamet.

Slamet, 74 tahun, telah menjadi penjaga kelenteng yang juga dikenal sebagai Kelenteng Timbul atau Pekong Laut tersebut sejak hampir 30 tahun lalu. Meski berbeda keyakinan, ia menjalani perannya dengan penuh tanggung jawab dan konsistensi, menjadikan kelenteng ini simbol nyata toleransi antarumat beragama di Kalimantan Barat.

Kelenteng Xuan Wu Zhen Tan berdiri sekitar lima kilometer dari daratan dan hanya dapat diakses menggunakan perahu. Bangunannya mengapung di tengah laut, terpisah dari keramaian kota, dengan panorama perairan yang tenang terutama pada pagi hari. Lokasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah dan wisatawan.

Awal perjalanan Slamet sebagai penjaga kelenteng bermula dari tawaran pekerjaan dengan upah Rp400 ribu per bulan. Namun, jumlah tersebut membuatnya sempat mengundurkan diri karena tidak mencukupi kebutuhan hidup.

“Jadi dulu saya jaga pekong (kelenteng) ini dengan bayaran 400 ribu rupiah, setelah itu saya berhenti, mana cukup 400 ribu jadi akhirnya saya berhenti,” katanya.

Tak lama berselang, Slamet kembali diminta menjaga kelenteng, kali ini tanpa bayaran tetap. Ia mengaku menerima tawaran tersebut karena merasa lebih leluasa menjalani aktivitasnya sehari-hari.

“Setelah itu saya dipanggil lagi, saya mau saja kalau tidak digaji bebas gitu maksudnya, jadi bisa kemana-mana, kalau di gaji kan tidak bisa kemana-mana,” ujarnya.

Meski tidak menerima gaji, Slamet mengatakan bahwa terkadang pengunjung yang datang memberinya uang secara sukarela.

“Tapi kadang ada-ada saja dari pengunjung yang datang yang kasi uang,” ucapnya.

Setiap hari, Slamet menyeberangi laut menggunakan perahu dari rumahnya yang berada di kawasan pabrik di tepi pantai. Ia tiba di kelenteng sekitar pukul 07.00 WIB dan kembali pada pukul 17.00 WIB, sementara pada hari Minggu ia biasanya pulang lebih sore.

“Saya tidak tinggal disini, saya tinggal dekat pabrik, jadi setiap hari kesini dengan menggunakan perahu,” ungkapnya.

Dengan kondisi kaki yang tidak bisa berjalan sempurna, Slamet tetap menjalankan tugasnya tanpa mengeluh. Selama bertahun-tahun menjaga kelenteng, ia telah bertemu dengan banyak pengunjung dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri, terutama menjelang perayaan Imlek.

“Banyak yang datang, setiap hari pasti ada, apalagi jelang imlek, dari luar kota seperti Jakarta juga ada, bahkan pernah juga datang orang Belanda kesini bersama istrinya orang Indonesia,” jelasnya.

Perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi persoalan bagi Slamet. Menurutnya, selama pekerjaan dilakukan dengan baik dan tidak melanggar norma, semuanya dapat dijalani dengan damai.

“Semuanya sama saja menurut saya, tidak masalah,” ucapnya.

Kisah Slamet menunjukkan bahwa toleransi antarumat beragama bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai penjaga kelenteng, serta dedikasi yang ia tunjukkan selama hampir 30 tahun, menjadikan Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya lebih dari sekadar destinasi religi, melainkan simbol harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

Tags: Kelenteng Tengah Laut Xuan Wu Zhen Tan Klenteng Tengah Laut Makin Tahu Indonesia Toleransi

Continue Reading

Previous: DPRD Kalbar Mulai Memasuki Masa Reses, Siap Serap Aspirasi Masyarakat
Next: Persiwah Disambut Meriah di Mempawah Usai Juara Liga 4 Piala Gubernur Kalbar 2026

Related Stories

IMG_6740
  • Lokal
  • News

Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi

Editor PI 02/06/2026
Seminar Kebangsaan Bahas Nilai Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa
  • Lokal

Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa

Editor PI 02/06/2026
E945A4D2-B2B1-462C-AB83-4AC9A6647680
  • Lokal
  • News

SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak

Editor PI 02/06/2026

Berita Terbaru

  • Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi 02/06/2026
  • Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa 02/06/2026
  • SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak 02/06/2026
  • Disdikbud Kalbar Siapkan Akun Demo SPMB, Orang Tua Bisa Simulasi Daftar Sekolah 02/06/2026
  • Pemkot Genjot Program Pembangunan di Tengah Tekanan Ekonomi 02/06/2026
  • Touring Bareng Ratusan Scooterist, Krisantus: Solidaritas Komunitas Vespa Layak Dicontoh 01/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_6740
  • Lokal
  • News

Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi

Editor PI 02/06/2026
Seminar Kebangsaan Bahas Nilai Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa
  • Lokal

Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa

Editor PI 02/06/2026
E945A4D2-B2B1-462C-AB83-4AC9A6647680
  • Lokal
  • News

SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak

Editor PI 02/06/2026
E945A4D2-B2B1-462C-AB83-4AC9A6647680
  • Lokal
  • News

Disdikbud Kalbar Siapkan Akun Demo SPMB, Orang Tua Bisa Simulasi Daftar Sekolah

Editor PI 02/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.