Foto: Dok. Istimewa
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Lintas Selatan Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Sepasang suami istri, Anwarman (50) dan Sumarni Barnas (50), tewas di tempat setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak gorong-gorong yang berada di badan jalan.
Kapolsek Mentebah, IPTU Didik Rianto, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z KB 4821 FO dari arah Bunut Hulu menuju Putussibau. Saat tiba di lokasi kejadian, motor menabrak gorong-gorong berbentuk kotak yang memakan sebagian jalur di sisi kiri badan jalan. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pengemudi dan penumpang mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Gorong-gorong tersebut berada di badan jalan dan memakan sebagian jalur, dengan kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan,” jelas IPTU Didik Rianto.
Kedua korban diketahui merupakan warga Dusun Agan Jaya, Desa Semangut Utara, Kecamatan Bunut Hulu. Akibat benturan keras, keduanya mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Seorang saksi di lokasi menyebutkan bahwa terdapat rambu peringatan bertuliskan “Hati-hati Ada Kegiatan Perbaikan Jalan” serta traffic cone yang dipasang sekitar 12 meter dari keberadaan gorong-gorong.
Namun, minimnya penerangan di jalur tersebut diduga turut menjadi faktor penyebab kecelakaan. Kondisi gelap membuat almarhum tidak dapat melihat keberadaan tembok box gorong-gorong, sehingga terjadi benturan keras yang merenggut nyawa keduanya.
Pihak keluarga korban meminta agar kejadian ini diproses sesuai hukum yang berlaku, mengingat posisi gorong-gorong yang berada di badan jalan dianggap sangat membahayakan pengguna jalan. Mereka berharap agar instansi terkait segera mengevaluasi dan memperbaiki kondisi jalan serta memastikan keselamatan pengguna jalan ke depan.
Polsek Mentebah telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban dan tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti keberadaan gorong-gorong tersebut. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam proses pengerjaan proyek jalan atau kelalaian pengemudi.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam pengerjaan proyek infrastruktur, terutama di jalur lintas yang sering digunakan masyarakat luas. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan korban diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
