PONTIANAK INFORMASI – Durian Jemongko kembali hadir di Jalan Letkol Sugiono, Pusat UMKM Kota Pontianak, langsung diserbu pembeli hingga 800 buah durian habis terjual hanya dalam waktu kurang dari setengah jam pada hari pertama berjualan.
Bahkan sebelum durian tiba di lapak sekitar pukul 17.00 WIB, pembeli sudah tampak mengantre untuk berburu durian khas Desa Jemongko tersebut.
Owner Durian Jemongko, Ditya, mengaku senang dengan tingginya animo masyarakat meski musim durian tahun ini hanya sekali panen.
“Senang sih, tahun lalu bisa dua kali jualan, tahun ini cuma sekali. Tapi animo masyarakatnya luar biasa. Datang jam 5 sore, jam 6 sudah habis,” ujar Ditya, Senin.
Ia berharap antusiasme masyarakat tetap terjaga sepanjang musim durian kali ini. Menurutnya, seluruh durian yang dijual merupakan buah segar tanpa disimpan semalaman.
“Kalau hari ini habis, besok kita datangkan lagi dari kampung. Jadi buahnya selalu baru dan fresh, tidak pernah disimpan bermalam,” jelasnya.
Ditya menyebutkan, jumlah 800 buah yang dijual merupakan panen awal. Biasanya, pada minggu kedua dan ketiga, stok durian akan bertambah seiring meningkatnya hasil panen.
“Hari ini cuma dapat 800 buah karena panen awal. Biasanya makin hari makin banyak, nanti di akhir baru berkurang lagi,” katanya.
Durian Jemongko menyediakan beberapa ukuran dengan harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp80.000 per buah. Pembeli bisa makan di tempat atau membawa pulang. Ke depan, Durian Jemongko juga akan menyediakan layanan packing dan pemesanan online melalui akun Instagram @durianjemongko.
“Tadi belum sempat packing karena habisnya cepat. Ke depan bisa pesan lewat DM Instagram,” tambahnya.
Ditya menjelaskan, pasokan durian sepenuhnya berasal dari Desa Jemongko, sesuai dengan nama usahanya. Faktor cuaca, terutama musim hujan, turut memengaruhi jumlah panen.
“Kalau stok dari desa habis, ya memang tidak bisa ambil lagi. Kita jaga kualitas, bukan kuantitas,” tegasnya.
Durian Jemongko diperkirakan akan berjualan selama sekitar satu bulan, mengikuti siklus panen durian yang umumnya tidak berlangsung lama. (Lid)
