Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Duka di Siksorogo Lawu, Dua Pelari Meninggal Dunia Saat Lintasi Jalur Ekstrem
  • Nasional

Duka di Siksorogo Lawu, Dua Pelari Meninggal Dunia Saat Lintasi Jalur Ekstrem

Tyo 08/12/2025
Duka di Siksorogo Lawu, Dua Pelari Meninggal Dunia Saat Lintasi Jalur Ekstrem

Foto: Dokumentasi Polres Karanganyar

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Ajang lari lintas alam Siksorogo Lawu Ultra 2025 di Karanganyar, Jawa Tengah, diwarnai kabar duka setelah dua peserta, Sigit Joko Purnomo (45) dan Pujo Buntoro (55), meninggal dunia saat melintasi jalur ekstrem Gunung Lawu, Minggu (7/12/2025). Keduanya merupakan pegawai kementerian yang turut serta dalam kategori 15 kilometer, namun nyawa mereka tidak tertolong meskipun tim evakuasi dan petugas medis segera diterjunkan ke lokasi kejadian.​

Korban pertama, Sigit Joko Purnomo, ditemukan tak bernyawa di sekitar kilometer 12, tepatnya di wilayah Perhutani Bukit Mitis, Blumbang, Tawangmangu. Sementara Pujo Buntoro ditemukan meninggal di kilometer 8, Bukit Cemoro Wayang, setelah mengalami kolaps saat menempuh rute yang sangat menantang. Keduanya dilaporkan mengalami serangan jantung setelah menempuh jalur dengan elevasi tinggi dan kondisi cuaca yang sangat ekstrem.​

Proses evakuasi kedua korban berlangsung dramatis pada pukul 11.39 WIB. Medan yang terjal, ditambah hujan deras dan angin kencang, membuat Tim Safety Official Siksorogo Lawu Ultra 2025 dan PMI kesulitan melakukan penyelamatan. “Tidak selang lama petugas PMI dan Marsal datang memberi pertolongan, namun korban sudah meninggal dunia. Kemudian saksi bersama relawan meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Sekira jam 14.30 WIB korban dapat dievakuasi ke RSUD Karanganyar,” demikian disampaikan oleh saksi di lokasi kejadian, dilansir dari iNews.id.​

Kepala PMI Karanganyar, Joko Sutopo, mengungkapkan bahwa kedua pelari tersebut sempat mendapatkan pertolongan medis sebelum dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan. Dewan Pembina Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tony Harmoko, membenarkan bahwa keduanya meninggal dunia karena terkena serangan jantung saat berada di lokasi berbeda dalam rute lomba.​

Kabar meninggalnya dua peserta ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pelari lintas alam. Banyak pihak menyampaikan belasungkawa dan mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti ajang lari ekstrem seperti Siksorogo Lawu Ultra. “Ini menjadi pengingat bahwa olahraga ekstrem memang menantang, namun harus tetap memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan,” ujar salah satu peserta.

Pihak penyelenggara Siksorogo Lawu Ultra 2025 menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap protokol keselamatan dan kesehatan peserta untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Insiden ini juga mengundang sorotan dari masyarakat luas terhadap standar keamanan dalam ajang lomba lari lintas alam di Indonesia.​

Kasus ini menjadi duka mendalam bagi dunia olahraga nasional, khususnya bagi komunitas pelari lintas alam yang terus berupaya memacu batas kemampuan fisik mereka di medan-medan ekstrem seperti Gunung Lawu.​

Tags: Jalur Ekstrem Lari Pelari Meninggal Dunia Siksorogo

Continue Reading

Previous: Tutup Keseruan di Sarinah, 15 Grand Finalis Sukses Curi Perhatian Penonton dalam Putaran Akhir Yamaha Youth Community 2025
Next: Bukan Touring Biasa! Yamaha Ajak Pemimpin Redaksi Full Gaspol Bareng MAXi & Sport Eksplore Jalur Ikonik Jawa Tengah

Related Stories

Lamine Yamal. Reuters
  • Nasional

Lamine Yamal Muncul di Drone Iran yang Menargetkan Pangkalan Militer AS

Editor PI 24/07/2026
Prabowo
  • Nasional

Prabowo Yakin PDIP Akan Bersama Pemerintah Membela Bangsa

Editor PI 24/07/2026
Presiden Prabowo
  • Nasional

Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Sore Ini

Editor PI 24/07/2026

Berita Terbaru

  • Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’ 11/08/2026
  • Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap 11/08/2026
  • Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air 11/08/2026
  • Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau 11/08/2026
  • Gubernur Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Naik Status Jadi UIN 11/08/2026
  • Karhutla Hanguskan 28 Ribu Hektare di Kalbar, Gubernur Norsan Minta Semua Pihak Siaga Penuh 11/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026
IMG_4767
  • Lokal
  • News

Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau

Editor PI 11/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.