Foto: KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kereta khusus petani dan pedagang resmi beroperasi perdana pada Senin, 1 Desember 2025, di jalur Stasiun Rangkasbitung-Stasiun Merak dan sebaliknya. Layanan ini menjadi terobosan baru dalam dunia transportasi Indonesia yang berfokus pada kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan tarif hanya Rp3.000, kereta ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan barang dagangan dari desa ke kota, serta membantu menekan biaya logistik bagi pelaku usaha kecil.
KAI Commuter, yang mengelola layanan ini, menyediakan kapasitas 73 tempat duduk dengan tujuh perjalanan setiap hari dari arah Merak dan Rangkasbitung. Calon penumpang wajib melakukan registrasi terlebih dahulu dan membawa kartu identitas untuk mendapatkan kartu petani atau pedagang yang menjadi syarat utama penggunaan layanan ini.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap kehadiran kereta ini. Salah satu pedagang, Sumarni, mengungkapkan kepuasannya karena tidak perlu lagi berebut tempat dengan penumpang reguler. Namun, ia juga berharap agar aturan membawa barang bisa diperlonggar karena saat ini hanya diperbolehkan membawa dua barang saja. “Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujarnya dilansir dari Kompas.com.
Kereta petani-pedagang ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan KAI Commuter, dengan desain gerbong yang disesuaikan untuk mengangkut hasil tani dan barang dagangan. Menurut Kepala Negara, Presiden Prabowo, kehadiran moda transportasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan menekan disparitas harga antara desa dan kota.
Survei terhadap pengguna Commuter Line Merak menunjukkan bahwa 81,23 persen penumpang petani dan pedagang mendukung keberadaan layanan khusus ini. Mereka berharap layanan ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas ke wilayah lain di Indonesia.
Pada hari pertama peluncuran, sebanyak 87 pengguna telah memanfaatkan kereta petani-pedagang hingga pukul 15.00 WIB, menunjukkan potensi besar dari layanan ini untuk meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat kecil.
Kereta petani-pedagang diharapkan menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan keadilan ekonomi dan mendukung pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia.
