Banjir di Bali (Foto : SONNY TUMBELAKA / AFP)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Bencana banjir besar yang melanda Bali sejak 9 September 2025 telah menyebabkan jumlah korban jiwa terus bertambah. Pada Jumat, 12 September 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan total korban meninggal dunia mencapai 18 orang, dengan 5 orang masih dinyatakan hilang. Data ini menunjukkan peningkatan dari laporan sebelumnya yang mencatat 16 korban meninggal dunia.
Korban meninggal tersebar di beberapa wilayah di Bali, yaitu 12 orang di Kota Denpasar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, 3 orang di Kabupaten Gianyar, dan 1 orang di Kabupaten Badung. Kepala UPTD PBD I Wayan Suryawan menjelaskan bahwa upaya pencarian korban hilang masih terus dijalankan, sementara kondisi banjir di sebagian besar wilayah Bali mulai surut dan mulai fokus pada pembersihan serta penyedotan genangan air.
Banjir besar ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama sejak Selasa pagi hingga Rabu malam, 9-10 September 2025. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa kondisi banjir sudah mulai terkendali dan sebagian besar wilayah sudah bebas dari genangan air. Namun, pihak berwenang masih fokus pada pencarian korban yang hilang serta membersihkan material dampak banjir.
Dari laporan BNPB, tercatat ada 120 titik banjir yang tersebar di tujuh kabupaten/kota Bali. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, mencapai 81 titik, disusul Gianyar, Badung, dan wilayah lainnya. Banjir ini juga menyebabkan ribuan warga mengungsi ke pos-pos pengungsian yang telah disediakan pemerintah daerah.
Fenomena hujan ekstrem ini dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rossby yang memicu pertumbuhan awan konvektif masif sehingga Bali menerima curah hujan luar biasa selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang yang melumpuhkan berbagai kawasan terutama pusat kota Denpasar.
Dalam situasi darurat ini, tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi dan penyelamatan masyarakat. Mereka juga berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban hilang serta memulihkan kondisi yang terdampak banjir agar kehidupan masyarakat Bali dapat kembali normal seperti sediakala.
Abdul Muhari menambahkan, “Tim petugas di lapangan menyebut kondisi banjir di sebagian besar wilayah sudah surut dan saat ini fokus utama tim adalah pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir, dan penyedotan genangan air salah satunya di basemen Pasar Badung,” tuturnya dari Jakarta, Kamis malam, 11 September 2025, dilansir Antara.
