Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Tegaskan Lula Lahfah Tidak Meninggal karena Overdosis, Penyebab Pasti Belum Bisa Dipastikan
  • Nasional

Polisi Tegaskan Lula Lahfah Tidak Meninggal karena Overdosis, Penyebab Pasti Belum Bisa Dipastikan

Tyo 31/01/2026
Polisi Tegaskan Lula Lahfah Tidak Meninggal karena Overdosis, Penyebab Pasti Belum Bisa Dipastikan

Foto: Beritasatu.com

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa selebgram Lula Lahfah tidak meninggal dunia akibat dugaan overdosis obat, sebagaimana ramai beredar di media sosial. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (30/1/2026). Menurut Hermanto, kabar yang menyebut Lula tewas karena overdosis adalah tidak benar dan tidak berdasar.

Dilansir dari Kompas.com, Hermanto menegaskan, “Iya, dugaan overdosis itu salah,” saat ditanya wartawan mengenai spekulasi penyebab kematian Lula Lahfah. Polisi juga menegaskan bahwa hasil visum luar menunjukkan korban meninggal karena henti napas, namun penyebab pasti kematian tidak bisa disimpulkan karena keluarga menolak dilakukan otopsi. “Tanpa otopsi, kami tidak bisa menarik kesimpulan. Kita tidak bisa menyatakan bahwa penyebab kematian berkaitan dengan faktor lain karena tidak ada otopsi yang dilakukan,” jelas Hermanto.

Polisi menjelaskan bahwa Lula ditemukan meninggal di apartemennya di Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan Lula dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, tertutup selimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. “Dia ditemukan dalam posisi telentang, tertutup selimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, dalam siaran pers.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang seperti obat, pods, dan tabung gas N2O. Namun, menurut Polda Metro Jaya, keberadaan barang‑barang tersebut belum bisa dikaitkan secara langsung dengan penyebab kematian karena tidak dilakukan pemeriksaan toksikologi menyeluruh akibat penolakan otopsi dari keluarga. “Kami tidak bisa menjawab akibat apa kematiannya. Kami tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan otopsi,” ujar Hermanto.

Dokumen medis yang beredar juga menyebut Lula meninggal karena henti jantung dan henti napas. Namun, keterangan tersebut tidak menjelaskan apakah kondisi itu dipicu oleh faktor penyakit bawaan, stres, atau faktor lain, sehingga polisi meminta masyarakat tidak menyimpulkan sendiri bahwa kematian Lula berkaitan dengan penyalahgunaan obat. “Tujuan kita untuk menyampaikan berita yang bijak, isu‑isu yang di luar. Ayo kita hormati keluarga almarhum, kita jaga simpati dan empati,” kata Hermanto.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Menurut Hermanto, penyebaran kabar bohong atau spekulasi liar hanya akan menambah beban keluarga dan dapat menimbulkan keresahan publik. “Kami minta semua pihak berempati kepada keluarga Lula dan tidak memperkeruh situasi dengan isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Hingga kini, kasus kematian Lula Lahfah masih ditutup secara resmi oleh kepolisian karena tidak ada indikasi tindak pidana dan keluarga telah menerima penjelasan dari pihak medis. Polisi menegaskan bahwa tanpa otopsi dan pemeriksaan lanjutan, mereka tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian, termasuk menyalahkan atau mengaitkannya dengan overdosis atau penyalahgunaan obat.

Tags: Kematian Lula Lahfah Kepolisian Daerah Metro Jaya Lula Lahfah Selebram

Continue Reading

Previous: Yamaha YZF-R3/R25 Produksi Yamaha Indonesia, Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
Next: Aftersales Jadi Penopang Bisnis, Strategi Sparepart Yamaha Kian Menguat Sepanjang 2025

Related Stories

6b14877a-2b4d-4e9a-8d90-fac85e9becf3
  • Lokal
  • Nasional
  • News

Calon Manajer Kopdes Asal Singkawang Meninggal Dunia, Sempat Sesak Napas usai Belajar di Kelas

Editor PI 29/06/2026
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI
  • Nasional

Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI

Editor PI 23/06/2026
LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan
  • Nasional

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan

Editor PI 23/06/2026

Berita Terbaru

  • Dongkrak Penghasilan Nelayan, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Genset hingga Alat Tangkap 21/07/2026
  • Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD 21/07/2026
  • Warga Lapor 110, Polisi Bubarkan Pesta Miras di Gang Nurul Huda Kubu Raya 21/07/2026
  • Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Wanti-wanti ISPA, DBD hingga Heatstroke 21/07/2026
  • Sempat Tak Direstui Ortu Jadi Barista, Nova Asal Ngabang Kini Juara IBRC 21/07/2026
  • LPK Starboard Pontianak Tawarkan Kerja ke Jepang Lewat Jalur Resmi, Fokus Latih Hospitality dan Caregiver 21/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

03efa603-3573-4d3a-af91-959e46cea553
  • Lokal
  • News

Dongkrak Penghasilan Nelayan, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Genset hingga Alat Tangkap

Editor PI 21/07/2026
IMG_1753
  • Lokal
  • News

Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD

Editor PI 21/07/2026
IMG_1747
  • Lokal
  • News

Warga Lapor 110, Polisi Bubarkan Pesta Miras di Gang Nurul Huda Kubu Raya

Editor PI 21/07/2026
IMG_1572
  • Lokal
  • News

Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Wanti-wanti ISPA, DBD hingga Heatstroke

Editor PI 21/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.