(Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Propam Polda Nusa Tenggara Barat, masih menyisakan banyak tanda tanya. Nurhadi ditemukan tewas di kolam milik sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada 16 April 2025. Momen terakhirnya yang terekam dalam video menjadi kunci penting dalam penyelidikan kasus ini. Video berdurasi sekitar tujuh detik tersebut memperlihatkan Nurhadi sedang berendam di kolam renang vila tanpa mengenakan baju, tampak sendirian dan santai, tanpa gelagat mencurigakan.
Video tersebut direkam oleh seorang perempuan bernama Misri Puspita Sari, yang juga berada di vila tersebut saat kejadian. Misri adalah sosok penting dalam kasus ini karena selain merekam momen terakhir Brigadir Nurhadi, ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Nurhadi. Kuasa hukum Misri, Yan Mangandar, menyatakan bahwa video itu diambil oleh Misri pada rentang waktu antara pukul 20.00 hingga 21.00 Wita, tepat sebelum perkiraan waktu kematian Nurhadi.
Misri sendiri merupakan perempuan asal Jambi yang berada di vila tersebut karena menerima bayaran sebesar Rp 10 juta dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama, mantan atasan Nurhadi, untuk menemani pesta dan bermalam di vila. Selain Misri, dua tersangka lain yang juga mantan atasan Nurhadi, yaitu Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra, telah ditahan oleh pihak kepolisian. Ketiganya diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian Brigadir Nurhadi.
Hasil ekshumasi dan autopsi yang dilakukan oleh ahli forensik Universitas Mataram mengungkapkan bahwa Nurhadi mengalami luka lecet, memar, robek, serta patah tulang lidah (hyoid) yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan dan pencekikan. Hal ini menegaskan bahwa kematian Nurhadi bukan karena tenggelam seperti dugaan awal, melainkan akibat penganiayaan yang dilakukan oleh dua atasannya tersebut.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat Nurhadi sempat oleng dan menyandarkan kepala di pinggir kolam sebelum akhirnya ditemukan tewas. Video ini menjadi bukti penting yang menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan yang berujung pada kematian anggota polisi itu. Keluarga Nurhadi pun meminta agar Polda NTB menangani kasus ini secara transparan dan adil demi keadilan bagi korban.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum kepolisian dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyalahgunaan kekuasaan serta perlakuan terhadap anggota polisi sendiri. Sosok Misri, yang merekam detik-detik terakhir Brigadir Nurhadi, kini menjadi bagian penting dalam proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus saksi kunci yang mengungkap misteri kematian tragis tersebut.
