Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Sosok Perempuan Bernama Misri dan Penampakan Terakhir Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas di Vila Gili Trawangan
  • Nasional

Sosok Perempuan Bernama Misri dan Penampakan Terakhir Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas di Vila Gili Trawangan

Tyo 09/07/2025
Sosok Perempuan Bernama Misri dan Penampakan Terakhir Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas di Vila Gili Trawangan

(Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Propam Polda Nusa Tenggara Barat, masih menyisakan banyak tanda tanya. Nurhadi ditemukan tewas di kolam milik sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada 16 April 2025. Momen terakhirnya yang terekam dalam video menjadi kunci penting dalam penyelidikan kasus ini. Video berdurasi sekitar tujuh detik tersebut memperlihatkan Nurhadi sedang berendam di kolam renang vila tanpa mengenakan baju, tampak sendirian dan santai, tanpa gelagat mencurigakan.

Video tersebut direkam oleh seorang perempuan bernama Misri Puspita Sari, yang juga berada di vila tersebut saat kejadian. Misri adalah sosok penting dalam kasus ini karena selain merekam momen terakhir Brigadir Nurhadi, ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Nurhadi. Kuasa hukum Misri, Yan Mangandar, menyatakan bahwa video itu diambil oleh Misri pada rentang waktu antara pukul 20.00 hingga 21.00 Wita, tepat sebelum perkiraan waktu kematian Nurhadi.

Misri sendiri merupakan perempuan asal Jambi yang berada di vila tersebut karena menerima bayaran sebesar Rp 10 juta dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama, mantan atasan Nurhadi, untuk menemani pesta dan bermalam di vila. Selain Misri, dua tersangka lain yang juga mantan atasan Nurhadi, yaitu Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra, telah ditahan oleh pihak kepolisian. Ketiganya diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian Brigadir Nurhadi.

Hasil ekshumasi dan autopsi yang dilakukan oleh ahli forensik Universitas Mataram mengungkapkan bahwa Nurhadi mengalami luka lecet, memar, robek, serta patah tulang lidah (hyoid) yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan dan pencekikan. Hal ini menegaskan bahwa kematian Nurhadi bukan karena tenggelam seperti dugaan awal, melainkan akibat penganiayaan yang dilakukan oleh dua atasannya tersebut.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat Nurhadi sempat oleng dan menyandarkan kepala di pinggir kolam sebelum akhirnya ditemukan tewas. Video ini menjadi bukti penting yang menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan yang berujung pada kematian anggota polisi itu. Keluarga Nurhadi pun meminta agar Polda NTB menangani kasus ini secara transparan dan adil demi keadilan bagi korban.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum kepolisian dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyalahgunaan kekuasaan serta perlakuan terhadap anggota polisi sendiri. Sosok Misri, yang merekam detik-detik terakhir Brigadir Nurhadi, kini menjadi bagian penting dalam proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus saksi kunci yang mengungkap misteri kematian tragis tersebut.

Tags: Brigadir Nurhadi Polda NTB Polda Nusa Tenggara Barat Polri

Continue Reading

Previous: Disdukcapil Pontianak Imbau Waspada Penipuan Berkedok Aktivasi Identitas Kependudukan Digital
Next: Haruna Buka Cabang Ketiga di Pontianak, Walikota Hadiri Peresmian

Related Stories

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
  • Nasional

Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Editor PI 19/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Minta Maaf Telat Klarifikasi, Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian

Editor PI 18/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Tegaskan Ceramah di UGM Bahas Perdamaian, Bukan Penistaan Agama

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026
  • Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti 23/04/2026
  • Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak 23/04/2026
  • KPAD Kota Pontianak Usul Blokir NIK Mantan Suami yang Lalai Nafkahi Anak 23/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.