PONTIANAK INFORMASI – Angka kelahiran di Kota Pontianak sepanjang 2025 mencapai sekitar 11.667 jiwa. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai tingginya angka kelahiran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Hal itu disampaikan Edi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (5/7).
Menurut Edi, bidan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“Angka kelahiran yang cukup tinggi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Karena itu, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita harus terus ditingkatkan,” kata Edi.
Ia mengungkapkan, meski angka kelahiran di Pontianak tergolong tinggi, pemerintah masih dihadapkan pada tantangan menekan angka kematian ibu dan bayi. Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pendampingan bagi ibu hamil, serta penguatan peran tenaga kesehatan, khususnya bidan.
Edi menambahkan, upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat.
“Pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran ibu hamil dan kelompok rentan lainnya. Program ini akan efektif apabila didukung data yang akurat sehingga benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya perhatian pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Kehamilan harus dipantau secara optimal agar ibu tetap sehat, proses persalinan berjalan baik, dan anak yang lahir tumbuh menjadi generasi yang sehat serta cerdas,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota Ikatan Bidan Indonesia. Ia berharap para bidan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia. Semoga seluruh bidan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, dan kesejahteraan dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Mari bersama-sama kita wujudkan ibu sehat, anak sehat menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, mengatakan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kompetensi bidan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada proses kelahiran semata. Bidan hadir mendampingi perempuan, bayi, keluarga, dan masyarakat dalam setiap fase kehidupan. Karena itu, bidan bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan pengabdian dan kemanusiaan,” ujar Sri.
