Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • BKSDA Selamatkan Bayi Orangutan “Randy”, Korban Pemeliharaan Ilegal di Area PETI Ketapang
  • Lokal
  • News

BKSDA Selamatkan Bayi Orangutan “Randy”, Korban Pemeliharaan Ilegal di Area PETI Ketapang

Editor PI 25/11/2025
c32c31ca-3270-42e3-87e6-9ee15df8e136

PONTIANAK INFORMASI – Seekor bayi orangutan jantan berusia sekitar dua tahun diselamatkan dari praktik pemeliharaan ilegal di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Sayan, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Ketapang, Kalimantan Barat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama tim dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi bayi orangutan tersebut yang kemudian diberi nama Randy.

Randy sebelumnya dipelihara oleh seorang penambang bernama Hendro selama sekitar satu bulan. Selama itu, ia ditempatkan dalam kandang berukuran hanya 120 x 50 x 50 cm dan diberi makan pisang, umbut, roti, serta air putih.

Hendro mengaku menemukan Randy sendirian di area hutan dekat lokasi tambang. Ia sempat berniat menjualnya, namun setelah mendapat penjelasan dari warga mengenai ancaman pidana atas pemeliharaan satwa dilindungi, ia akhirnya menyerahkan orangutan tersebut ke BKSDA.

Mengingat lokasi penemuan berada di kawasan PETI, area yang kerap berpotensi menimbulkan konflik satwa akibat kerusakan habitat, BKSDA Kalbar dan YIARI segera melakukan koordinasi untuk mengevakuasi orangutan tersebut secepat mungkin.

Dokter hewan YIARI, drh. Ishma, memeriksa kondisi Randy saat proses penyelamatan. Ia menyebut kondisi umum Randy cukup stabil, namun terdapat temuan yang memerlukan perhatian.

“Secara keseluruhan Randy dalam kondisi cukup baik, tetapi kami menemukan bekas patah tulang di bagian paha kiri yang sudah mulai menyatu, kemungkinan cedera ini sudah terjadi lebih dari empat minggu. Ini menunjukkan bahwa sebelum dipelihara, ia kemungkinan mengalami kejadian traumatis yang cukup serius,” jelasnya.

Cedera tersebut menandakan Randy kemungkinan mengalami kejadian traumatis sebelum dipelihara.

Randy kini dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI di Desa Sungai Awan Kiri. Ia akan menjalani masa karantina sekitar delapan minggu untuk pemeriksaan lanjutan dan memastikan tidak ada penyakit menular sebelum bergabung dengan orangutan lain di pusat rehabilitasi.

Ia akan menjalani masa karantina selama delapan minggu, termasuk pemeriksaan lanjutan untuk memastikan ia tidak membawa penyakit menular yang dapat membahayakan orangutan lain di pusat rehabilitasi.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi warga yang memberikan informasi hingga Randy dapat diselamatkan.

“Habitat orangutan terus terdesak oleh berbagai aktivitas manusia. Kolaborasi semua pihak sangat penting agar satwa liar bisa kita lindungi,” ujarnya.

Ia berharap Randy dapat pulih dan tumbuh dengan baik. “Semoga tidak ada lagi kekerasan terhadap orangutan dan satwa liar lainnya,” katanya.

Tags: Bayi Orangutan BKSDA Kalbar Ketapang Orangutan PETI Tambang Emas Ilegal

Continue Reading

Previous: Anti Kendor! Yamaha Terus Konsisten Gaungkan Edukasi Safety Riding untuk Generasi Muda Lewat Program Y2C
Next: MABT Indonesia Akan Gelar Pelantikan Pengurus Baru, Dorong Terwujudnya Rumah Adat Tionghoa di Kalbar

Related Stories

67d88fdc-ed27-4035-af22-13c535396509
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan

Editor PI 13/07/2026
30c012aa-4043-4018-be1a-61128a3bf6e8
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah

Editor PI 13/07/2026
96ff315d-13eb-4e61-9ee1-00257aabd283
  • Lokal
  • News

Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace

Editor PI 13/07/2026

Berita Terbaru

  • Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan 13/07/2026
  • Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah 13/07/2026
  • Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace 13/07/2026
  • Pemadaman Bergilir Dihentikan, PLN Pastikan Listrik di Kalbar Kembali Normal 13/07/2026
  • Laga Final Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, Keributan Meluas hingga Luar Stadion 13/07/2026
  • Wako Edi Kamtono: Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Bentuk Dukungan untuk Anak 13/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

67d88fdc-ed27-4035-af22-13c535396509
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan

Editor PI 13/07/2026
30c012aa-4043-4018-be1a-61128a3bf6e8
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah

Editor PI 13/07/2026
96ff315d-13eb-4e61-9ee1-00257aabd283
  • Lokal
  • News

Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace

Editor PI 13/07/2026
IMG_9754
  • Lokal
  • News

Pemadaman Bergilir Dihentikan, PLN Pastikan Listrik di Kalbar Kembali Normal

Editor PI 13/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.