PONTIANAK INFORMASI – Rasa haru tak bisa dibendung saat Hermawan Soewono hadir bersama adiknya Heru Soewono hadir memperingati Hari Berkabung Daerah 28 Juni di Taman Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak.
Berdiri di tengah deretan makam para Tokoh Masyarakat,Tokoh Politik, Cendekiawan, Bangsawan serta Masyarakat umum lainya, Hermawan tampak larut dalam suasana khidmat.
Bagi beliau, kehadiran di tanah bersejarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, tapi pertemuan dengan luka dan sejarah keluarga besar Kalimantan Barat.
“Ini rasa yang campur aduk. Sedih, bangga, sekaligus berterima kasih. Melihat langsung tempat para pejuang gugur, salah satunya adalah kakek kami bernama Saliman SastroLoekito yang merupakan salah kepala sekolah di SDN kota singkawang juga merupakan tokoh masyarakat, rasanya seperti dipanggil untuk tidak melupakan,” ungkap Hermawan dengan suara bergetar.
Tragedi Mandor 1943-1944 telah merenggut ±21.037 jiwa, termasuk para tokoh, cendekiawan, dan rakyat biasa. Melalui Perda No. 5/2007, Pemprov Kalbar menetapkan 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah untuk menghormati pengorbanan mereka.
