PONTIANAK INFORMASI – Sebanyak 270 siswa angkatan pertama memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7). Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera itu, sekolah berasrama tersebut menjadi harapan baru untuk meraih pendidikan tanpa terbebani biaya.
Salah seorang siswa, Alva, mengaku antusias menjalani hari pertamanya di Sekolah Rakyat. Siswa yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Pontianak itu mengatakan dirinya siap tinggal di asrama meski harus berjauhan dengan orang tua.
“Senang bisa sekolah di sini karena dapat banyak teman baru. Walaupun nanti tinggal di asrama dan pasti ada rasa rindu sama orang tua, saya sudah siap,” katanya.
Alva memiliki cita-cita menjadi atlet bola voli. Ia berharap kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan bakat yang selama ini telah diasah melalui berbagai turnamen saat masih duduk di bangku SMP.
Hal serupa dirasakan Seli Rahmawati, siswi yang baru lulus sekolah dasar dan kini duduk di bangku kelas VII SMP.
“Saya senang bisa sekolah di sini. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga anak-anak yang kesulitan sekolah bisa belajar lagi,” ujarnya.
Seli bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.
Sementara itu, Aisyah, siswi asal Kabupaten Ketapang yang diterima di kelas X SMA, harus menempuh perjalanan jauh menuju Pontianak. Untuk sementara, ia bersama siswa asal Ketapang mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi II sambil menunggu sekolah permanen di daerahnya selesai dibangun.
“Hari ini saya diantar wali asrama dari Ketapang. Orang tua tidak ikut mengantar karena jaraknya jauh. Memang ada rasa takut karena harus jauh dari keluarga, tapi saya siap tinggal di asrama. Pesan orang tua hanya satu, belajar yang rajin dan jaga diri,” tuturnya.
Aisyah mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.
“Saya senang ada Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo atas sekolah ini. Fasilitasnya bagus dan membuat kami nyaman belajar,” katanya.
Cerita serupa disampaikan Zaki, siswa kelas X SMA asal Pontianak. Remaja berusia 16 tahun itu mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali datang ke sekolah, namun perasaan itu perlahan hilang setelah melihat lingkungan dan fasilitas yang disediakan.
“Awalnya terasa asing karena belum kenal siapa-siapa. Tapi setelah melihat sekolahnya, saya merasa nyaman. Fasilitasnya bagus, makan juga disiapkan tiga kali sehari ditambah camilan. Jadi saya semakin semangat,” ujarnya.
Zaki mengatakan telah mempersiapkan diri menjalani kehidupan di asrama. Ia berharap bisa belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya siap mengikuti MPLS dan tinggal di asrama. Yang mengantar hari ini bapak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan orang tua,” pungkasnya.
