Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons isu yang menyebut dirinya akan segera bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan disebut akan menempati posisi Dewan Pembina.
Jokowi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada langkah resmi, karena setiap proses keanggotaan partai harus mengikuti mekanisme internal yang berlaku di PSI.
“Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Jumat (19/6).
Meski belum resmi bergabung, Jokowi mengaku siap memberikan dukungan penuh terhadap PSI. Ia bahkan menyebut akan berupaya maksimal untuk membantu partai tersebut.
“Seperti yang saya sampaikan di Kongres, di Rakernas (PSI), saya akan kerja mati-matian untuk PSI,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai peran yang akan diemban jika nantinya bergabung, Jokowi hanya memberikan jawaban singkat dan menyebut dirinya lebih berperan sebagai pemberi semangat.
“Sebagai apa, sebagai motivator,” kata Jokowi sambil tersenyum.
Di sisi lain, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa Jokowi akan benar-benar bergabung dengan PSI. Ia menyebut internal partai saat ini tengah fokus memperkuat struktur organisasi dan tidak mempersoalkan jabatan Jokowi nantinya.
“Saya pastikan seperti itu, masuk PSI ya, jabatannya apa, bukan urusan saya,” kata Ahmad Ali dalam sebuah podcast.
Ahmad Ali juga menilai rencana aktivitas Jokowi berkeliling Indonesia sebagai hal wajar bagi seorang mantan presiden yang ingin bersilaturahmi dan menyapa masyarakat di berbagai daerah.
