PONTIANAK INFORMASI – Di tengah kemarau panjang dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu membuka donasi air mineral gelas untuk membantu masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya.
Posko donasi tersebut dibuka di Eks Pondok Nelayan, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026). Air mineral yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat maupun sejumlah tempat yang membutuhkan.
Ketua DPP Bala Komando, Yayan, mengatakan pihaknya hanya bertindak sebagai penyalur bantuan. Air mineral yang terkumpul akan diprioritaskan untuk panti asuhan, pondok pesantren nonkomersial, panti jompo, serta sejumlah lokasi lain yang membutuhkan.
“Kami hanya sebagai penyalur. Kami pertegas, kami hanya sebagai penyalur. Insyaallah, open donasi itu kami buka, yang nantinya akan kami bagikan kepada panti asuhan, pondok-pondok pesantren yang nonkomersial,” kata Yayan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus mengantre untuk mendapatkan air. Distribusi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi.
“Daripada harus antre air galon, nanti kita antarkan,” ujarnya.
Yayan menyebut bantuan air mineral nantinya akan menyasar sekitar 10 hingga 15 lokasi. Di antaranya panti jompo, pesantren, panti asuhan, dan tempat lainnya yang dinilai membutuhkan.
“Kita akan distribusikan daripada nanti mereka antre air galon ini,” katanya.
Ia mengatakan kondisi sumber air dan sejumlah depot air isi ulang di luar Kota Pontianak juga mulai terdampak kemarau. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah bersama agar distribusi air bersih kepada masyarakat lebih terkoordinasi.
Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu pun meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi untuk bersama-sama menentukan titik sumber air bersih yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat.
“Kami dari Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu meminta kepada Forkopimda, Forkopimda kota, kabupaten, dan provinsi, bisa bahu-membahu. Yuk, kita duduk sama-sama, tentukan di mana titik air bersih yang ada di Kalbar,” tuturnya.
Dengan adanya titik sumber air yang jelas, Yayan berharap armada mobil tangki milik pemadam kebakaran, pemerintah maupun pihak swasta dapat dikerahkan untuk mengambil dan mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.
“Sehingga nanti kami dari pemadam kebakaran, swasta maupun pemerintah, bisa mengerahkan armada-armada mobil tangkinya untuk mengambil air bersih itu, air gunung itu,” jelasnya.
Ia berharap pendistribusian air dapat dilakukan berdasarkan arahan pemerintah daerah sehingga bantuan tepat sasaran dan masyarakat tidak panik menghadapi kondisi kekurangan air bersih.
“Nanti sesuai arahan dari Forkopimda, ini mau dibagi ke titik-titik mana saja, supaya masyarakat tidak panik dan tepat sasaran,” pungkasnya.
