Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Klarifikasi dan Tanggapan BEM Faperta Untan Soal Penebangan Pohon yang Rambah Kawasan Arboretum, Ingdwi: Efek Kurang Literasi
  • Lokal
  • News

Klarifikasi dan Tanggapan BEM Faperta Untan Soal Penebangan Pohon yang Rambah Kawasan Arboretum, Ingdwi: Efek Kurang Literasi

Editor PI 24/04/2022
ilustrasi pohon

Foto Ilustrasi: Freepik

Berita Pontianak, PONTIANAK INFORMASI – Perseteruan antara Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian di Universitas Tanjungpura (Untan) kembali memanas, karena munculnya berita yang mengatakan bahwa Fakultas Pertanian merambah Kawasan Arboretum dan merusak Buffer Zone.

Berita berjudul “Hutan Dirambah Tak Sesuai Kesepakatan” ini tayang di Mimbar Untan pada Sabtu (16/4/2022). Menanggapi berita tersebut, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta Untan pun menyampaikan klarifikasi dan tanggapannya.

Ingdwi Sebut BEM Fahutan Kurang Literasi

Ingdwi Lara Sakti Selaku Gubernur Mahasiswa Fakultas Pertanian Untan menyatakan bahwa pihak BEM Fahutan kurang literasi. Dia menilai pengertian dari buffer zone dan status Arboretum yang dilontarkan dari Fahutan itu kurang tepat.

“Yang mengatakan kami merambah dasarnya tidak ada, dari mereka kurang membaca info yang sudah ada sesuai SK Rektor dan literasi yang ada” tegasnya.

“Boleh teman – teman kaji lagi apa yang dimaksud dengan Buffer Zone, masa anak Kehutanan sendiri salah mengartikan istilah tersebut. Seminim sepengetahuan saya Buffer Zone adalah sebuah batasan penyangga wilayah antara Kawasan CA atau Cagar Alam yang dipisahkan oleh sebuah sungai, itu seminim pengetahuan saya yang sebagai mahasiswa Pertanian ya,” timpal Ingdwi.

Dari hasil pendataan pengurus Arboretum, lanjutnya, 13 pohon tersebut termasuk di dalam 2 blok pohon di blok R dan blok buffer zone 3. Di blok R sendiri total pohon berjumlah 168 individu, terhitung tegakan Belian/Ulin berumur 17 tahun yang sudah tergusur berasal dari blok ini. Sementara itu blok buffer zone 3 terdapat 131 pohon, dengan jumlah pohon 12 tegakan yang sudah tergusur.

“Untuk pendataan itu boleh disertai buktinya tidak? Karena setahu saya hanya 3 pohon yang ditebang, pada Mimbar Untan bahkan ada klarifikasi dari Dekan Fakultas Kehutanan bahwasannya pernyataan tersebut keliru, dan itu pun kami dari Fakultas Pertanian ada menanam kembali sejumlah 500 lebih pohon untuk melanjutkan pembangunan Agroeduwisata, bahkan pada data ada sekitar 20 batang kayu belian juga kami tanam,” ungkap Ingdwi.

Ingdwi mengutarakan, masih ada 500 pohon lagi yang bakal ditanam kembali ketika lahan tersebut sudah siap.

“Apakah teman-teman kehutanan tidak pernah belajar yang namanya reboisasi? Kami disini hanya menata ulang tanaman yang ada, agar terlihat rapi dan lebih produktif daripada sebelumnya,” tegasnya.

Tanggapi BEM Fahutan, Ingdwi Ajak Cek Kembali Isi SK!

Dalam pernyataannya di Mimbar Untan, Ketua BEM Fahutan, Syarif Redho tampak menyesalkan beberapa tegakan yang tergolong rentan tersebut ikut ditebang. Salah satunya adalah pohon Ulin yang mempunyai nilai historis karena pohon ini ditanam oleh mantan Wali Kota Pontianak pada tahun 2005, Alm. Bukhori. Oleh karena itu, dalam pengelolaan arboretum ini, Edo merasa kebijakan yang ada harus ditepati sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan.

“Sekarang begini hak kelola tersebutkan sudah diserahkan sepenuhnya pada Universitas Tanjungpura, dan dipertegas oleh bapak rektor untuk memberi batas wilayah yang sudah ditetapkan pada SK rektor tahun 2020, boleh teman-teman baca lagi, karena yang saya rasa pada saat ini pihak kehutanan sangat minim literasi sehingga terlalu menggiring opini publik, terlalu menuduh yang tidak-tidak sampai dibawa ke ranah media seperti ini. Padahal sudah sangat jelas dan sudah clear di tahun 2020 kemarin, kenapa sekarang diangkat lagi? Kan sesuatu yang aneh, apakah ada hal sentiment denga apa yang kami lakukan sekarang? Padahal itu sangat bagus ketika agroeduwisata dibuat ditengah perkotaan seperti ini,” pungkas Ingdwi menanggapi pernyataan Ketua BEM Fahutan.

Dalam paparannya, Ketua BEM Fahutan Untan yang akrab disapa Edo itu juga menyatakan belum ada audiensi antara kedua fakultas tersebut. Ia menyayangkan bahwa Faperta Untan tidak menepati janjinya untuk tidak menebang pohon, walaupun lahannya merupakan hak pengelolaan Faperta Untan.

“Untuk audiensi sendiri bukannya sudah dilakukan pada tahun 2020 ya? Pada saat hal ini pertama kali diangkat ke media masa. Mungkin dikarenakan Ketua BEM-nya kurang mengikuti kasus kali, hanya berdasarkan katanya dan katanya, tidak sesuai fakta data dan bukti yang ada. Sekarang kita sudah tidak bisa lagi berbicara hanya berdasarkan history saja melainkan harus sesuai dengan data, fakta dan bukti juga,” bantah Ingdwi.

Kemudian, Ingdwi juga mengajak BEM Fahutan untuk melihat Kembali SK yang sudah ditetapkan Rektor pada 2020 lalu.

“Jika teman-teman yang katanya kami merambah ayo boleh kita Bersama-sama lihat siapa yang merambah, karena kami mengelola sesuai dengan ketetapan SK rektor di tahun 2020 tadi. Dalam pernyataan pak Edo pun ada keleriruan yah, bolehlah dikoreksi sendiri, jikalau kami buka bakalan malu nantinya, takut terlihat gimana-gimana gitu ya,” pinta Ingdwi.

Harapan BEM Faperta Untan

Lebih lanjut, ada sejumlah harapan yang disampaikan Ingdwi, mewakili pihak BEM Faperta Untan.

“Kami juga berharap kepada teman-teman kehutanan ketika mau berbicara dan meng-up sesuatu di media harus sesuai dengan apa yang ada, jangan mengada-ada yang mengakibatkan kerugian bagi kami, dari segi moril dan materil. Jika teman-teman kehutanan masih melanjutkan hal ini ke media, kami siap jika melalui jalur hukum,” tuturnya.

Ingdwi mengaku, pihak Fakultas Pertanian dirugikan dengan pernyataan-pernyataan dari Fakultas Kehutan.

“Karena kami merasa sangat dirugikan, apalagi terkhusus Dekan Fakultas Pertanian terus menerus difitnah seperti ini. Layakkah seorang mahasiswa yang katanya sebagai kaum intelektual tapi menggunakan jalur seperti ini? sudah jelaskan siapa yang sekarang salah dan keliru,” tutupnya.

Tags: Kalbar Pontianak

Continue Reading

Previous: Momentum Ramadhan, BPM Kalbar Salurkan 15 Kotak Baju Baru Ke Panti Asuhan dan Bagikan Paket Takjil Dijalan
Next: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Berlebaran di Yogyakarta

Related Stories

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026

Berita Terbaru

  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026
  • Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti 23/04/2026
  • Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak 23/04/2026
  • KPAD Kota Pontianak Usul Blokir NIK Mantan Suami yang Lalai Nafkahi Anak 23/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.