PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Kota Pontianak tengah berupaya mengatasi keterbatasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikeluhkan warga.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pembebasan lahan di sejumlah wilayah sejak tahun 2025 dan masih mencari lokasi tambahan di beberapa kecamatan.
Ia menjelaskan, untuk di wilayah Pontianak Utara pemerintah telah membebaskan lahan seluas 1 hektare. Sementara di Pontianak Barat telah tersedia tanah seluas 2 hektare untuk kebutuhan pemakaman.
Namun, untuk wilayah Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara, Edi mengatakan masih mengalami kendala dalam mencari lahan yang sesuai.
“Yang kita masih cari di daerah (Kecamatan Pontianak) selatan dan tenggara. Tahun kemarin nggak dapat. Ada, tapi situasi tanahnya nggak layak, nyudut gitu,” jelasnya saat ditemui, Senin (12/1/26).
Selain faktor tersebut, kata Edi, penolakan warga sekitar lokasi TPU baru juga menjadi kendala dalam mencari lahan baru. Belum lagi faktor cuaca yang memengaruhi kelayakan lahan pemakaman.
“Ada lagi kiri kanannya tetangga sudah sangat padat, jadi kadang-kadang mereka nolak kalau di sebelahnya ada makam. Belum lagi faktor cuaca dan tanah. Kita lagi sedang mencari untuk tenggara selatan dan bahkan timur,” ungkapnya.
Edi mengatakann, untuk pengadaan lahan tersebut, pemkot telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp16 miliar
“Kita sudah menyediakan anggaran khusus, sebesar Rp 16 miliar. Luas lahannya nanti tergantung NJOP dari kawasan. Kalau di kawasan perdagangan atau menengah atas, tentu harganya lebih mahal,” ungkapnya.
Terkait tarif pemakaman, Edi memastikan bahwa layanan TPU milik pemerintah kota tidak dipungut biaya alias gratis bagi masyarakat.
“Tidak ada tarif. Gratis,” tegasnya.
Adapun mengenai wilayah yang paling membutuhkan tambahan lahan pemakaman, Edi mengatakan relatif merata di seluruh wilayah kota. Namun, kawasan dengan jumlah penduduk lebih padat tentu memiliki tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.
“Saya rasa merata. Tapi kan tergantung jumlah penduduk. Kalau penduduknya banyak, tentu potensi kebutuhan pemakaman juga lebih besar,” pungkasnya.
