PONTIANAK INFORMASI – Kesempatan bekerja di Jepang kini semakin terbuka bagi warga Kalimantan Barat. Sebab, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Starboard Pontianak menawarkan program pelatihan sekaligus penempatan kerja ke Jepang melalui jalur resmi.
Berbeda dengan sejumlah lembaga pelatihan lainnya, LPK Starboard telah terhubung langsung dengan StarBoard Inc. di Jepang. Koneksi tersebut disebut memudahkan proses penempatan peserta karena informasi kebutuhan tenaga kerja diperoleh langsung dari perusahaan mitra di Negeri Sakura.
Marketing StarBoard Inc. Japan di Pontianak, Matteo Ricci, mengatakan LPK Starboard didirikan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak muda di Kalimantan Barat agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Selama ini banyak LPK berpusat di Pulau Jawa. Kami ingin anak-anak muda di Pontianak juga memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja di Jepang. Karena itulah kami menghadirkan LPK Starboard di Pontianak,” kata Matteo, saat ditemui, Senin (20/7/26)
Menurutnya, lembaga tersebut mengedepankan transparansi sejak awal proses. Seluruh biaya pelatihan dan penempatan dijelaskan kepada peserta sejak pendaftaran sehingga tidak ada biaya tambahan yang muncul di kemudian hari.
“Kami ingin membangun LPK yang dipercaya masyarakat. Semua biaya disampaikan di awal, tidak ada biaya tersembunyi,” ujarnya.
Saat ini, Starboard memfokuskan pelatihan pada dua sektor yang memiliki permintaan tinggi di Jepang, yakni hospitality(perhotelan) dan caregiver (perawatan lansia atau layanan kesehatan).
Meski begitu, Matteo mengatakan pihaknya juga membuka peluang penempatan di bidang lain, seperti konstruksi, pertanian, restoran, hingga perawatan kendaraan bagi peserta yang telah memiliki keterampilan dasar sesuai kebutuhan industri di Jepang.
“Kalau sudah punya pengalaman di bidang konstruksi, misalnya, kami bisa membantu mencarikan pekerjaan yang sesuai. Tetapi bagi yang belum memiliki keahlian khusus, kami menyarankan memilih program hospitality atau caregiver karena dua bidang ini paling banyak dibutuhkan saat ini,” katanya.
Selain keterampilan kerja, peserta juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang selama sekitar delapan hingga sepuluh bulan. Menurut Matteo, penguasaan bahasa menjadi salah satu syarat utama agar bisa bersaing dengan pencari kerja dari negara lain.
“Belajar bahasa Jepang memang tidak mudah, tetapi kalau sudah menguasainya, peluang mendapatkan pekerjaan jauh lebih besar,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sejumlah sertifikat, mulai dari sertifikat kemampuan bahasa Jepang sesuai level kompetensi, sertifikat keterampilan kerja yang diakui di Jepang, hingga sertifikat kelulusan pelatihan dari LPK Starboard.
“Kandidat akan mendapat dua sertifikat. Pertama adalah sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga bahasa Jepang. Kedua sertifikasi yang diterbitkan oleh lembaga untuk keahlian kita. Mislanya ahli dibagian kontruksi, kamu mendapatkan sertifikat kamu sudah lolos di seleksi tes awal kontruksi itu sudah pasti dapat dari pemerintah. Satu lagi adalah sertifikat diterbitkan oleh LPK kita sendiri, bahwa kamu sudah menyelesiakan traning selama 8-10 bulan dan siap untuk bekerja,” jelasnya.
LPK Starboard juga mengklaim seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga penempatan kerja di Jepang.
Untuk informasi lebih rinci, LPK Starboard membuka seminar daring mengenai pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui media sosial maupun layanan WhatsApp yang disediakan lembaga tersebut.
