PONTIANAK INFORMASI – Komunitas tuli di Pontianak menggelar nonton bareng (nobar) film Semua Akan Baik-Baik Saja bersama aktivis inklusi dan sejumlah komunitas disabilitas di Studio XXI Ayani Mega Mall, Rabu (13/5).
Kegiatan yang diinisiasi Maktab Tuli As-Sami itu menghadirkan sekitar 75 teman tuli beserta pendamping, mulai dari orang tua hingga kerabat.
Ketua Maktab Tuli As-Sami, Fakhrul Maulana, mengatakan film tersebut dipilih karena mengangkat tema keluarga sekaligus menghadirkan tokoh disabilitas dalam ceritanya.
“Pertama karena filmnya tentang keluarga, kedua ada disabilitas juga. Saya pengen teman-teman komunitas, terutama yang non-disabilitas, semakin aware dengan teman-teman disabilitas,” kata Fakhrul.
Menurutnya, karakter Alim dalam film tersebut berhasil diperankan secara natural dan mampu menggambarkan perjuangan penyandang disabilitas.
“Tadi lihat si Alim benar-benar keren, main filmnya bagus sekali, natural. Jadi orang yang nonton bisa merasakan bagaimana perjuangan teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Selain komunitas tuli, kegiatan nobar itu juga dihadiri dosen, mahasiswa psikologi, PKBI, hingga awak media.
Fakhrul mengaku bersyukur melihat antusiasme peserta yang mengikuti nobar perdana yang digelar komunitasnya tersebut. Bahkan, beberapa penonton tampak terbawa suasana hingga menangis saat menonton film.
“Ini pertama kali kita adakan, ternyata euforianya bagus sekali. Tadi ada yang nangis juga karena memang ada bagian yang sedih,” ucapnya.
Meski demikian, Fakhrul menyayangkan film tersebut tidak menyediakan subtitle, sehingga teman tuli kesulitan memahami dialog dan alur cerita secara utuh.
“Itu yang agak mengecewakan, karena filmnya ada unsur disabilitas juga. Jadi kami berekspektasi ada subtitle supaya teman-teman tuli bisa menikmati film dengan baik,” tutupnya.
