PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar stabilisasi harga pangan pokok di halaman Galeri dan Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026).
Dalam operasi pasar ini, warga bisa mendapatkan paket sembako berupa beras, minyak goreng, dan gula dengan harga jauh di bawah harga normal. Alexander selaku pengawas perdagangan, menjelaskan bahwa harga normal paket tersebut mencapai Rp125 ribu. Harga itu awalnya disubsidi Dinas Perdagangan menjadi Rp90 ribu, lalu mendapat tambahan subsidi Rp40 ribu setelah Gubernur hadir, sehingga harga jual ke masyarakat menjadi Rp50 ribu per paket.
“Harga normal itu Rp125.000, disubsidi Rp90.000 dari Dinas Perdagangan. Datang Pak Gubernur tadi, ditambah lagi subsidinya Rp40.000, jadi Rp50.000,” katanya.
Selain paket beras, minyak, dan gula, operasi pasar juga menyediakan telur dengan harga bersubsidi. Dari harga normal Rp17 ribu, telur dijual Rp15 ribu per pack setelah mendapat subsidi Rp2 ribu.
Alexander menambahkan, kupon untuk mendapatkan paket sembako ini dibagikan langsung di lokasi kepada warga Kota Pontianak dan sebagian warga Kubu Raya, dengan sistem satu orang satu kupon bagi yang datang lebih awal. Warga tidak perlu membawa syarat khusus, cukup membawa uang saja.

Salah satu warga yang mengikuti operasi pasar, Khairunisa, mengaku mendapatkan telur, gula, minyak, dan beras dalam kegiatan ini. Ia membeli beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak 1 liter seharga Rp50 ribu, ditambah telur 2 pack seharga Rp30 ribu, sehingga total belanjanya Rp80 ribu.
Khairunisa mengetahui adanya operasi pasar dari teman dan grup WhatsApp. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar karena dinilai membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kalau bisa sih sering lah untuk masyarakat biasa ini,” ujarnya.
Penulis: Rizdka
