PONTIANAK INDFORMASI – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan tujuh solusi jangka pendek bagi masyarakat terdampak penghentian aktivitas arang bakau di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar. Langkah itu dilakukan untuk memastikan roda perekonomian warga tetap berjalan setelah aktivitas pembakaran arang resmi dihentikan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat yang selama ini bergantung pada usaha arang bakau.
“Kita sudah ada konsep untuk memberikan solusi menyambung hidup sebagai mata pencaharian untuk mengisi perut warga Desa Batu Ampar,” ujar Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi penanganan persoalan arang bakau, Selasa (12/5).
Salah satu langkah yang disiapkan ialah penyerapan tenaga kerja bagi warga terdampak. Pemkab Kubu Raya telah memanggil perwakilan delapan perusahaan dan meminta agar warga Batu Ampar diprioritaskan dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Mereka wajib ketika merekrut tenaga kerja, maka yang diutamakan adalah warga Desa Batu Ampar khususnya yang terdampak,” katanya.
Selain membuka peluang kerja di perusahaan, pemerintah juga akan mengembangkan sektor hortikultura melalui kajian Dinas Pertanian. Program rehabilitasi mangrove bersama organisasi lingkungan Sampan juga disiapkan sebagai lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat.
Menurut Sujiwo, warga yang terlibat dalam rehabilitasi mangrove akan mendapatkan upah sekitar Rp150 ribu per hari.
“Itu ada rehabilitasi mangrove yang dilakukan kelompok usaha perhutanan sosial. Mereka akan mendapatkan sekitar Rp150 ribu per hari per orang,” ungkapnya.
Program lain yang turut disiapkan antara lain penanaman kelapa genjah bersama PT BSM, pemetaan UMKM, bantuan sembako jangka pendek, hingga pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“MBG sudah kita komunikasi dengan BGN supaya di sana masuk bagian dari daerah 3T yang program MBG-nya akan kita kawal,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Ia berharap warga Batu Ampar dapat beralih ke mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan tanpa kehilangan sumber penghasilan.
“Rakyat tetap harus makan, tetapi alam juga wajib kita selamatkan,” tegasnya.
