PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diikuti 1.419 peserta di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Selasa (2/6).
Ribuan peserta tersebut merupakan PPPK formasi tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru yang diangkat pada tahun 2025. Orientasi dilaksanakan dalam lima angkatan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar.
Dalam sambutannya, Norsan meminta seluruh peserta mengikuti orientasi dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai aparatur negara.
“Orientasi ini harus diikuti dengan baik. Ikuti seluruh prosesnya dan ambil ilmu yang diberikan oleh para pengajar,” kata Norsan.
Menurutnya, orientasi menjadi bekal penting bagi PPPK untuk memahami tugas, tanggung jawab, serta peran ASN sebagai pelayan masyarakat yang profesional dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan orientasi PPPK merupakan amanat dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang wajib diikuti oleh PPPK hasil pengangkatan tahun 2025.
“PPPK yang mengikuti orientasi ini berjumlah 1.419 orang. Kegiatan ini wajib dilaksanakan untuk meng-upgrade pengetahuan mereka sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai dasar ASN,” ujarnya.
Windy menjelaskan, meski sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman bekerja di instansi pemerintah, orientasi tetap diperlukan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK.
Ia menegaskan ASN saat ini dituntut menjadi aparatur yang profesional, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan solusi dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
“ASN harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi maupun perubahan regulasi yang terus terjadi,” katanya.
Melalui orientasi tersebut, para peserta dibekali materi terkait nilai-nilai dasar ASN, etika pemerintahan, tugas dan fungsi aparatur negara, hingga peran strategis ASN dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Windy berharap kegiatan itu dapat menjadi bekal bagi para PPPK untuk menjalankan tugas dan pengabdian secara optimal di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Semoga orientasi ini menjadi awal perjalanan pengabdian yang penuh semangat, dedikasi, dan kontribusi terbaik untuk Kalimantan Barat,” tutupnya.
