PONTIANAK INFORMASI – Jakarta Bhayangkara Presisi menatap laga semifinal AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 dengan penuh optimisme saat menghadapi Hyundai Capital Skywalkers asal Korea Selatan di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (16/5).
Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengatakan timnya telah melakukan evaluasi dari pertandingan sebelumnya sekaligus mempelajari pola permainan calon lawan. Ia ingin anak asuhnya tampil lebih rapi dan mampu menekan jumlah kesalahan sendiri saat laga semifinal berlangsung.
“Kami sudah lihat permainan Korea Selatan dari kemarin. Sekarang fokus siapkan taktik dan kurangi error supaya besok bisa lebih maksimal,” kata Toiran saat konferensi pers di Hotel Novotel, Jumat (15/5) malam.
Menurutnya, kondisi tim saat ini semakin solid setelah para pemain menjalani latihan bersama selama lebih dari sepekan. Meski ada beberapa pemain yang datang belakangan, proses adaptasi berjalan cepat karena suasana tim yang dinilai cukup kompak.
“Sudah lebih dari satu minggu latihan bersama. Ada yang datang agak telat, tapi sekarang chemistry sudah dapat. Pemain asing juga cepat menyatu karena suasana tim seperti keluarga,” ujarnya.
Toiran memastikan timnya tidak merasa tertekan menghadapi salah satu wakil kuat Asia tersebut. Namun, ia tetap meminta para pemain menjaga fokus dan menghormati kualitas lawan.
“Tidak ada takut, tapi tetap respect sama lawan. Kami maksimal, mereka juga maksimal. Nanti di lapangan siapa yang paling siap itu yang menang,” ucapnya.
Ia juga memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fit jelang pertandingan semifinal. Tim hanya menjalani latihan ringan sebelum pertandingan dimulai.
“Semua pemain aman. Tadi latihan sudah maksimal, besok tinggal latihan pagi sedikit sebelum tanding,” katanya.
Sementara itu, pemain Jakarta Bhayangkara Presisi, Farhan, mengaku bangga bisa tampil di ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Ia menilai kehadiran pemain-pemain kelas dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta voli nasional.
“Saya senang bisa berada di sini bersama para pemain dunia. Akhirnya AVC bisa digelar di Indonesia karena banyak penggemar yang menantikan permainan dari para pemain dunia ini,” ujar Farhan.
Pada babak semifinal, Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi Hyundai Capital Skywalkers, sementara Foolad Sirjan Iranian bertemu JTEKT Stings Aichi untuk memperebutkan tiket final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.
“Sudah lebih dari satu minggu latihan bersama. Ada yang datang agak telat, tapi sekarang chemistry sudah dapat. Pemain asing juga cepat menyatu karena suasana tim seperti keluarga,” ujarnya.
Toiran memastikan timnya tidak merasa tertekan menghadapi salah satu wakil kuat Asia tersebut. Namun, ia tetap meminta para pemain menjaga fokus dan menghormati kualitas lawan.
“Tidak ada takut, tapi tetap respect sama lawan. Kami maksimal, mereka juga maksimal. Nanti di lapangan siapa yang paling siap itu yang menang,” ucapnya.
Ia juga memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fit jelang pertandingan semifinal. Tim hanya menjalani latihan ringan sebelum pertandingan dimulai.
“Semua pemain aman. Tadi latihan sudah maksimal, besok tinggal latihan pagi sedikit sebelum tanding,” katanya.
Sementara itu, pemain Jakarta Bhayangkara Presisi, Farhan, mengaku bangga bisa tampil di ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Ia menilai kehadiran pemain-pemain kelas dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta voli nasional.
“Saya senang bisa berada di sini bersama para pemain dunia. Akhirnya AVC bisa digelar di Indonesia karena banyak penggemar yang menantikan permainan dari para pemain dunia ini,” ujar Farhan.
Pada babak semifinal, Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi Hyundai Capital Skywalkers, sementara Foolad Sirjan Iranian bertemu JTEKT Stings Aichi untuk memperebutkan tiket final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.
